Titiknol IKN

Ridwan Kamil Suka Bingung Saat Koreksi Bangunan Istana Negara IKN Nusantara di Kaltim

×

Ridwan Kamil Suka Bingung Saat Koreksi Bangunan Istana Negara IKN Nusantara di Kaltim

Sebarkan artikel ini
IKN DI KALTIM - Bentuk wujud proses pembangunan Istana Negara IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Kurator bangunan IKN Nusantara, Ridwan Kamil, menyatakan, cuntuk IKN Nusantara akan menonjolkan sisi keindonesiaan dan bangga ini memang original karya anak bangsa, Rabu (5/6/2024). (Instagram @ikn_id)

“Selama puluhan tahun, Presiden RI itu berkantor, tinggal di warisan colonial building. Which is penjajah kalau pakai perspektif sejarah.”

TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Istana Negara, Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur jelas akan berbeda dengan Istana Negara yang ada di Jakarta. 

Untuk Istana Negara di IKN Nusantara Kalimantan Timur merupakan karya anak bangsa sendiri, sementara Istana Negara yang dipakai sekarang ini di Jakarta itu buatan kolonial Hindia Belanda. 

Kali ini Ridwan Kamil yang memberikan keterangan ini. Dirinya diberi amanah sebagai kurator dalam pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. 

Ridwan Kamil memang dikenal sebagai arsitek handal baik itu di dalam negeri Indonesia maupun mancanegara. 

Segudang pengalaman di bidang arisitektur membuat Ridwan Kamil harus dilibatkan dalam pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur. 

Saat berkunjung ke IKN Nusantara, Ridwan Kamil bersua dengan sejumlah wartawan pada Rabu (5/6/2024).

Kata Ridwan Kamil, contoh untuk IKN Nusantara akan menonjolkan sisi keindonesiaan dan bangga ini memang original karya anak bangsa.

Beda dengan Istana Negara memang karya kolonial masa silam yang bukan asli khas Nusantara. 

“Selama puluhan tahun, Presiden RI itu berkantor, tinggal di warisan colonial building. Which is penjajah kalau pakai perspektif sejarah,” tutur Ridwan Kamil yang lahir pada 4 Oktober 1971 ini. 

Sebagai pembuktian, ujar Ridwan Kamil, ruangan dalam Istana Negara IKN Nusantara di Kalimantan Timur akan merepresentasikan konsep Kebudayan Indonesia.

Di antaranya ada dari berbagai daerah seperti: 

  • Ada ruang Bali
  • Ada ruang Sunda;
  • Ada ruang Jawa;
  • Ada ruang Dayak;
  • Ada ruang Batak;
  • dan lain sebagainya.

“Saking banyaknya, saya sebagai kurator suka bingung. Karena budaya kita begitu kaya, kemudian berlomba-lomba mana yang ingin direpresentasikan di Istana Negara,” beber Ridwal Kamil. (*)

Baca Juga:   TERBARU! Menpan RB Sebut Setiap ASN di IKN Dapat 1 Unit Hunian Apartemen