Alat peraga tersebut berbentuk spanduk, banner yang berisi soal pengenalan bakal calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada Bontang, pemilihan walikota dan wakil walikota.
TITIKNOL.ID, BONTANG – Pemilihan kepala daerah atau Pilkada pada September 2024 akan bergulir. Tetapi saat ini mulai marak media atau alat peraga kampanye bertebaran di beberapa sudut kota dan pusat kota Bontang, Kalimantan Timur.
Alat peraga tersebut berbentuk spanduk, banner yang berisi soal pengenalan bakal calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada Bontang, pemilihan walikota dan wakil walikota.
Akan tetapi alat peraga tersebut kini mulai ditertibkan oleh pihak berwajib yakni Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Bontang, Jumat (5/7/2024).
Pihak Satpol PP Bontang melangsungkan pembersihan berbagai hal yang dianggap informasi yang ada selera soal politik Pilkada Bontang 2024.
Dijelaskan oleh Kepala Bidang Penegakan Perundangan Daerah dari Satpol PP Bontang, Arianto, menyatakan, pembersihan baliho, banner atau spanduk dalam rangka untuk menertibkan dan menciptakan taat aturan.
Semua yang dipasang tersebut sudah dianggap melewati batas waktu yang ditentukan.
“Masa pasangnya sudah habis ya kami bersihkan sekarang, dicabut, tidak boleh terpasang,” ungkapnya.
Langkah penertiban alat peraga berbau kampanye tersebut dilakukan secara egaliter, tidak pandang bulu, hampir semua bakal calon kandidat terkena penertiban.
“Tidak pilih calon itu, calon yang sana, semuanya pokoknya dibersihkan,” tegasnya.
Berdasarkan catatan Satpol PP Bontang, dari hasil kegiatan penertiban, berhasil dikumpulkan sebanyak, sebagai berikut:
- Ada 3 baliho yang dibuka di wilayah Bontang Selatan;
- 43 banner di Kecamatan Bontang Barat;
- 73 di Bontang Utara.
Menurutnya, penertiban tata kota sudah bagian dari tanggungjawab Satpol PP Bontang.
“Operasional kami tadi kami kumpulkan jumlahnya sampai 116 baliho dan banner,” tutur Arianto.
Jadi, tambah dia, langkah penertiban alat peraga berbau kampanye bukan karena ada mendekati Pilkada kemudian langsung bergerak.
“Aktivitas penertiban ini merupakan bagian dari tugas rutin dan fungsi kami. Kami akan terus melakukan penertiban di berbagai titik strategis di Kota Bontang,” ujar Arianto. (*)












