Balikpapan

Operasional Bus Balikpapan Trans City Diprotes Sopir Angkot, Susah Cari Omzet Rp100 Ribu per Hari

442
×

Operasional Bus Balikpapan Trans City Diprotes Sopir Angkot, Susah Cari Omzet Rp100 Ribu per Hari

Sebarkan artikel ini
Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud memberikan pernyataan atas unjuk rasa sopir angkot yang tolak Bus Balikpapan Trans City.  

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Sopir angkot di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur melakukan aksi protes penolakan transportasi umum Bus Balikpapan Trans City yang belakangan ini diuji coba melayani penumpang secara gratis. 

Para sopir angkot meluapkan aspirasinya di depan gedung DPRD Balikpapan dan kantor Walikota Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Rabu (17/7/2024). 

Aksi unjuk rasa diwarnai dengan perobekan spanduk kuning bergambarkan Bus Balikpapan Trans City. Di antara demonstran berteriak, tolak bus trans city. 

Spontan saja, demonstrasi ini memberi dampak kemacetan lalu-lintas. Dan dijaga ketat aparat keamanan kepolisian. Proses unjuk rasa berlangsung aman dan tertib. 

Hendra, Koordinator Demonstrasi Angkot Balikpapan, menyatakan, alasan menolak kehadiran Bus Balikpapan Trans City karena mengganggu omzet para pengemudi angkot. 

Saat bus trans beroperasi secara gratis, banyak angkot kehilangan penumpang. “Sepi, angkot susah sekali cari penumpang,” ungkapnya. 

Dia membeberkan, semenjak bus Balikpapan trans beroperasi, sopir angkot susah sekali mendapatkan pengasilan Rp100 ribu per hari.

Paling banyak, sopir angkut sudah berumah tangga, punya anak dan istri. Sopir angkot harus mencari uang, mencari penumpang agar setoran ke pemilik angkot bisa sesuai target. 

Sekarang bila penumpang sepi, setoran tidak tercapai, maka sopir angkot pulang ke rumah tidak membawa pendapatan. Padahal orang-orang di rumah sudah menantikan pulang bawa uang. 

Karena itu tegas Hendra, uji coba Bus Balikpapan Trans City harus dihentikan sama sekali.  

“Kami merasa hancur, tidak bisa lagi menghidupi anak istri,” beber Hendra. 

Respons Walikota Rahmad Mas’ud

Di tempat yang sama, menanggapi hal ini, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud memberikan pernyataan atas unjuk rasa sopir angkot yang tolak Bus Balikpapan Trans City.  

Baca Juga:   Persiapan Kemenhub dalam Penyediaan Kapal Pinisi Rute Ibu Kota Nusantara-Balikpapan

Kata Rahmad Mas’ud, aspirasi para sopir angkot Balikpapan akan ditampung dan kemudian akan menyampaikan lagi ke pemerintah pusat. Karena program bus Balikpapan trans ini bagian dari program Kementerian Perhubungan. 

Niat menghadirkan Bus Balikpapan Trans City ingin mengatasi persoalan kemacetan lalu-lintas di perkotaan Balikpapan.

Juga bagian dari upaya memenuhi kebutuhan transportasi umum yang layak, terjangkau dan aman bagi masyarakat. 

Adanya Bus Balikpapan Trans City berharap bisa ciptakan perkotaan yang tertata, mengurangi beredarnya kendaraan pribadi.

Sebagian besar di negara-negara maju, transporasi umum jadi andalan untuk mobilitas masyarakatnya. 

Apalagi kata Rahmad Mas’ud, Balikpapan jadi penyangga Ibu Kota Nusantara memerlukan transportasi umum yang ideal dan modern. “Kita perlu perbaiki,” ujarnya. (*)