Balikpapan

Balikpapan dan Samarinda Kena Modifikasi Cuaca, Dibuat Tidak Hujan Deras demi Ibu Kota Nusantara

671
×

Balikpapan dan Samarinda Kena Modifikasi Cuaca, Dibuat Tidak Hujan Deras demi Ibu Kota Nusantara

Sebarkan artikel ini
CUACA BMKG - Ilustrasi cuaca di Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur cerah, Selasa (30/7/2024). Sudah lama tidak turun hujan deras di daerah ini. Kota Balikpapan dan Kota Samarinda serta daerah Ibu Kota Nusantara terkena modifikasi cuaca agar tidak turun hujan. Langkah ini dilakukan oleh pemerintah pusat dalam rangka untuk menghalau hujan agar tidak turun ke Ibu Kota Nusantara yang sedang proses pembangunan fisik. 

Basuki menegaskan, saat ini pemerintah terus melakukan modifikasi cuaca selama 24 jam untuk mendukung pembangunan fisik di Ibu Kota Nusantara.

TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Kota Balikpapan dan Kota Samarinda serta daerah Ibu Kota Nusantara terkena modifikasi cuaca agar tidak turun hujan.

Langkah ini dilakukan oleh pemerintah pusat dalam rangka untuk menghalau hujan agar tidak turun ke Ibu Kota Nusantara yang sedang proses pembangunan fisik. 

Karena belakangan ini, hujan yang turun dengan intensitas tinggi membuat kendala dalam pengerjaan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. 

Hal ini dibeberkan oleh Plt Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono pada Senin 29 Juli 2024 yang mengutip dari YouTube Sekretariat Presiden. 

Basuki menegaskan, saat ini pemerintah terus melakukan modifikasi cuaca selama 24 jam untuk mendukung pembangunan fisik di Ibu Kota Nusantara.

Kata dia, modifikasi cuaca dilakukan untuk mencegah hujan turun sehingga tidak menghambat pekerjaan fisik di kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Ini sekarang ini masih terus dengan teknologi modifikasi cuaca, selama 24 jam, menggunakan) empat pesawat. Ada dua di Balikpapan, dua di Kota Samarinda,” beber Basuki yang juga menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini.

Modifikasi cuaca terus digiatkan demi memperlancar pembangunan Ibu Kota Nusantara. “Jadi masih terus (modifikasi cuaca),” ujar tegas Basuki.

Kegiatan modifikasi cuaca dilakukan secara teknis dengan cara menahan awan agar tidak hujan.

Sehingga meski banyak awan mendung di atas IKN yang jatuh hanya berupa gerimis kecil saja.

“(Dilakukan) 24 jam, malam pun mereka terbang. Makanya ini mendung-mendung begini enggak hujan,” tutur pria berambut putih ini.

“Jadi (pekerja tetap) bekerja. Paling kepyur-kepyur (gerimis) gitu masih bisa kerja,” ungkap Basuki.

Baca Juga:   Viral di Media Sosial! Bule Sebut IKN 'Ibu Kota Koruptor Nepotisme', Polisi Gerak Cepat

Jokowi Anggap Hujan jadi Kendala

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut alasan cuaca yang menyebabkan ia tak kunjung berkantor di Ibu Kota Nusantara.

Menurut Presiden Jokowi, hujan terus-menerus sempat jadi kendala karena membuat sejumlah pembangunan infrastruktur jadi terhambat.

“Kemarin memang targetnya kan Juli, tetapi kan lihat ke IKN, tiap hari hujan terus, hujan deras banget.

Jadi memang pekerjaan banyak yang mundur. “Itu biasa dalam proyek besar,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 16 Juli 2024.

Masalah hujan ini juga diungkap oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 10 Juli 2024.

Basuki menyatakan hujan menjadi satu-satunya kendala yang membuat pembangunan
beragam infrastruktur di sana terhambat. (*)