Balikpapan

Pj Gubernur Akmal Malik Ingin Penanganan Stunting di Kaltim Pakai Pendekatan Kolaboratif

315
×

Pj Gubernur Akmal Malik Ingin Penanganan Stunting di Kaltim Pakai Pendekatan Kolaboratif

Sebarkan artikel ini
STUNTING DI KALTIM - Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik menilai, pendekatan kolaboratif menjadi kata kunci dalam penanganan stunting di daerah Kalimantan Timur agar lebih optimal. (Humas Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pendekatan kolaboratif menjadi kata kunci dalam penanganan stunting di daerah Kalimantan Timur agar lebih optimal.

Tentu saja program di perangkat daerah harus terintegrasi, baik Dinas Kesehatan, DKP3A, Dinas Pendidikan, Dinas PU PR serta instansi terkait lainnya.

“Harus sama bergerak dan lebih terukur titiknya, serta di mana kendalanya,” ujar Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik usai menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Felix Joni Darjoko di Ruang Habanos Hotel Gran Senyiur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Selasa 6 Agustus 2024.

Hal itu diungkapkan Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik sesuai hasil Penyampaian Laporan Eksekutif Daerah Hasil Pengawasan Semester I Tahun 2024,

Ada beberapa hal yang menjadi masukan dan salah satunya persoalan stunting menjadi atensi untuk dibangun kolaborasi (pendekatan kolaboratif) semua pihak.

Karena selama ini, diakuinya, pendekatan parsial, sehingga penurunan stunting di Kaltim tidak bergerak bagus.

“BPKP menyarankan pendekatannya lebih terukur, sehingga kita secara bersama bisa menurunkan stunting,” ungkap Akmal Malik.

Selain itu, BPKP memberikan atensi berkaitan pembangunan transformasi sistem kesehatan yang masih terkendala, belum memadainya layanan primer dan jejaring layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), serta layanan kanker, jantung, strok, dan uronefrologi (KJSU).

Juga belum meratanya pola distribusi tenaga kesehatan (Nakes) dan masih terdapatnya sarana kesehatan yang belum dioptimalkan pemanfaatannya,

BPKP juga meminta agar Pemprov Kaltim memacu peningkatkan kualitas belanja, percepatan penyerapan anggaran, serta lebih mengoptimalkan pengadaan barang dan jasa.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kaltim Felix Joni Darjoko menegaskan BPKP memberikan atensi berkaitan penajaman dalam perencanaan penganggaran program, sehingga belanja semakin berkualitas dan berdampak nyata kepada kemajuan masyarakat.

Baca Juga:   Upaya Akmal Malik Ajak Anhui Guangxin Agrichemical untuk Berinvestasi di Kalimantan Timur

“Dan itu memang butuh orkestrasi yang yang besar, karena orang tidak bisa bekerja sendiri secara parsial,” ujarnya. (*)