Balikpapan

Cara Mengurangi Emisi Karbon, 2 Menteri Jokowi Resmikan DDF di Pelabuhan Somber Balikpapan

387
×

Cara Mengurangi Emisi Karbon, 2 Menteri Jokowi Resmikan DDF di Pelabuhan Somber Balikpapan

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN DDF - Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat milik PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi diluncurkan di Pelabuhan Somber Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (13/8/2024). 

PHM dengan prototype DDF Crewboat tersebut demi mendukung program pemerintah mengurangi emisi sesuai dengan target Net Zero Emission

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Kali ini ada langkah upaya mengurangi emisi karbon dari kegiatan Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dua menteri di kabinet Presiden Jokowi meresmikan Diesel Dual Fuel di Pelabuhan Somber Balikpapan, Kalimantan Timur.  

Prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat milik PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi diluncurkan di Pelabuhan Somber Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (13/8/2024). 

Kapal ini diresmikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, serta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. 

Budi mengatakan, proyek ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan kontribusi signifikan pada upaya emisi karbon di Indonesia.

“Proyek ini tidak saja bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon. Untuk itu, kita bisa mencapai Net Zero Emission di tahun 2060,” ujarnya. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.

Ia mengapresiasi inisiatif PHM dengan prototype DDF Crewboat tersebut demi mendukung program pemerintah mengurangi emisi sesuai dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 mendatang.

“Dengan peresmian ini, kami melihatnya sebagai salah satu bukti partisipasi aktif perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia yang dapat memberikan manfaat signifikan bagi PHM dan masyarakat secara umum,” tambahnya. 

Sebab, imbuhnya, saat ini dunia telah bergerak menuju energi hijau, termasuk dalam sektor transportasi. 

“Transportasi demand-nya semakin tinggi. Kegiatan ekonominya juga cukup meningkat, transportasi darat maupun laut,” ucap Arifin. 

Tak hanya itu, International Maritime Organization (IMO) bahkan juga telah merumuskan pemakaian bahan bakar transportasi yang ramah lingkungan dengan rendah atau nol karbon.

Baca Juga:   Hari Ini Bus Balikpapan City Trans Kembali Beroperasi, Simak Jam Operasional dan Rute

“Jadi inisiatif crewboat ini untuk hybrid. Sehingga, diesel dual fuel system ini patut kita hargai melalui satu kajian dengan perhitungan-perhitungan yang matang. Sehingga bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya. 

Untuk diketahui, DDF Crewboat adalah kapal dengan mesin diesel yang dimodifikasi agar mesin tersebut bisa berjalan dengan campuran bahan bakar diesel dan natural gas.

Teknologi ini tidak sepenuhnya menghilangkan penggunaan bahan bakar diesel, namun dapat mengurangi pemanfaatan diesel.

Sebab, Tabung Liquified Natural Gas (LNG) pada kapal akan diletakkan pada kompartemen tangki bahan bakar.

Sementara itu, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi mengatakan, teknologi kapal DDF menjadi bagian dari efisiensi transportasi yang dilakukan oleh PHM.

Karena apabila menggunakan kapal berbasis diesel, akan memakan bahan bakar sebanyak 1.500 liter setiap harinya.

Sedangkan, imbuhnya, jika menggunakan DDF, bahan bakar diesel hanya sekitar 40 persen, sementara 60 persen sisanya dari LNG. 

“Efisiensi yang kami dapatkan dari crewboot tersebut adalah kalau kita estimasi dengan 1 hari 1.500 liter, kemudian menggunakan 1 hari itu 30 MMBTU LNG, efisiensinya adalah sekitar Rp 12 juta per hari,” tutupnya,” pungkasnya. (*)