Balikpapan

2 Persoalan Kota Balikpapan yang Disampaikan Walikota Rahmad Mas’ud kepada Presiden Jokowi

285
×

2 Persoalan Kota Balikpapan yang Disampaikan Walikota Rahmad Mas’ud kepada Presiden Jokowi

Sebarkan artikel ini
PERSOALAN KOTA BALIKPAPAN - Ilustrasi kemacetan lalu-lintas di Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan. Walikota Rahmad Mas'ud, saat berbincang dengan Presiden Jokowi, dirinya memaparkan 2 permasalahan yang menggelayuti Kota Balikpapan karena dampak dari pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Walikota Rahmad Mas’ud, saat berbincang dengan Presiden Jokowi, dirinya memaparkan 2 permasalahan yang menggelayuti Kota Balikpapan karena dampak dari pemindahan Ibu Kota Negara

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bercerita banyak soal persoalan yang dialami Kota Balikpapan. Kisah ini disampaikan kepada Presiden Joko Widodo pada saat ada di Ibu Kota Nusantara pada Selasa 13 Agustus 2024. 

Kala itu, beberapa kepala daerah, termasuk Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

Momen inilah dimanfaatkan oleh Walikota Rahmad Mas’ud untuk memaparkan persoalan kota yang harus segera diatasi, mengingat Kota Balikpapan juga sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. 

Kata Rahmad Mas’ud, saat berbincang dengan Presiden Jokowi, dirinya memaparkan 2 permasalahan yang menggelayuti Kota Balikpapan karena dampak dari pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. 

“Ada lonjakan tambahan penduduk sama kemacetan lalu-lintas yang semakin padat,” tuturnya pada Rabu (14/8/2024).

Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara dihadapkan realita yang tidak bisa terbantahkan.

Datangnya penduduk dari luar Kalimantan Timur, membuat pertumbuhan penduduk juga dialami di Kota Balikpapan.

Walikota Rahmad Mas’ud paparkan, pertambahan penduduk diperkirakan telah sentuh di angka 1 juta jiwa dari sebelumnya hanya sekitar 700 ribu jiwa.

Persoalan kemacetan juga semakin nyata dan dirasakan di beberapa jalan-jalan, terutama pusat kota dan bisnis di Balikpapan. 

“Kami di Balikpapan jadi penyangga IKN, tentu harus siap mengantisipasi semua,” tegas Rahmad Mas’ud. 

Karena itu dia sangat berharap kepada Presiden Jokowi agar pemerintah pusat turut membantu.

Di antaranya membangun sarana-prasana dan kelengkapan infrastrutkur dalam menangkap persoalan pertambahan penduduk dan kemacetan kota. 

Baca Juga:   Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik akan Jadwalkan Kunjungan Dubes Denmark ke Balikpapan 

“Antisipasi-antisipasi terhadap fasilitas-fasilitas dan tentunya infrastruktur yang harus diperlukan dari pemerintah pusat ke Kota Balikpapan,” tegasnya. (*)