Konsumen warung warteg didominasi, rata-rata merupakan pekerja proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara.
TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, ternyata membawa berkah bagi usaha warung makan yang ada di Kota Balikpapan.
Satu di antaranya adalah warteg Barokah Raya. Sebut saja Bu Barkah, pegiat warteg Barokah Raya di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mengaku telah menangkap peluang usaha kuliner di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Lokasi rumah makan ini sudah buka sejak tahun 2000-an di Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, dekat Plaza Balikpapan. Namun kemudian ada kabar pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara, maka jadi peluang untuk ekspansi bisnis.
Begitu ada pembangunan Ibu Kota Nusantara, warteg Barokah Raya ini membuka cabang di Ibu Kota Nusantara.
Kini telah membuka dua cabang dan bisa dibilang top cer, ramai konsumennya. Pegawai yang di Balikpapan sampai harus dikirim ke Ibu Kota Nusantara untuk membantu cabang yang ada di Ibu Kota Nusantara.
“Disana kami buka dua warung. Per warung kami serap tenaga kerja sampai 12 orang. Memang besar disana,” ujar Bu Barkah.

Membuka cabang disana bukan perkara mudah karena lokasi disana harus sewa, per tahun kena Rp90 juta.
Belum lagi untuk sistem airnya pun membeli ke warga setempat, pakai air PDAM namun bila airnya mati membeli kepada penjual air tandon dengan tarif Rp80 ribu per tandon.
Konsumen warung warteg didominasi, rata-rata merupakan pekerja proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Warung buka sejak pagi hingga malam, melayani pembeli dari warga sekitar dan pekerja Ibu Kota Nusantara.
“Alhamdulillah ramai. Usaha lancar, ada IKN bisa buka cabang, selalu ramai,” bebernya. (*)












