Samarinda

Menakar Eksistensi Badan Usaha Milik RT di Samarinda, Hindari Saling Mematikan

505
×

Menakar Eksistensi Badan Usaha Milik RT di Samarinda, Hindari Saling Mematikan

Sebarkan artikel ini
BUMRT SAMARINDA - Ilustrasi BUMRT sektor tambak ikan di Samarinda, Kalimantan Timur.  Pemkot Samarinda akan memantau perkembangan BUMRT dan menghindari adanya persaingan usaha yang mematikan antar-BUMRT, Senin (2/9/2024).

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali menakar eksistensi Badan Usaha Milik Rukun Tetangga atau BUMRT di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Demikian dijelaskan oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy yang dikutip Titiknol.id pada Senin (2/9/2024). 

Dia tegaskan, Pemkot Samarinda sangat ingin BUMRT bukan sekadar dibentuk begitu saja tetapi bisa berjalan, menggerakkan roda usaha.

Beberapa jenis usaha yang dikerjakan BUMRT seperti di antaranya penyewaan tenda, bank sampah, usaha sembako. 

Sebagai tindaklanjut, Pemkot Samarinda melakukan rapat mengenai tindak lanjut BUMRT serta pembinaan terhadap jenis usaha yang ada di BUMRT.

“Kami klasifikasikan untuk dibina. Misalnya, kalau jual sembako kita kerahkan Dinas Perdagangan sesuai dengan jenis usahanya,” katanya. 

Mengenai dana dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta beberapa pasar modern akan mendukung pembinaan BUMRT. 

Jelas saja, langkah ini dilakukan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan badan usaha RT.

“Kalau sudah berkembang, Insya Allah kita bisa menjaga inflasi. Termasuk pasar modern ini juga punya kewajiban untuk membantu,” ujarnya.

Termasuk juga BUMD Varia Niaga. “Kalau permodalan bisa lewat program Kredit Bertuah,” kata Marnabas.

Ke depannya, Marnabas juga memastikan bahwa Pemkot akan memantau perkembangan BUMRT dan menghindari adanya persaingan usaha yang mematikan antar-BUMRT.

“Misal kalau ada yang jualan beras di wilayahnya, jangan juga BUMRT jualan yang sama. Harus ada inovasi yang berbeda, supaya bisa sama-sama berkembang. Tergantung dari potensi dan pangsa pasarnya,” tegasnya. (*)