Khusus awal kegiatan menanam di green house Yayasan Pendidikan Ummah, Akmal Malik meminta pengurus dan pengelola tidak terfokus pada mencari keuntungan.
TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah terus mendorong semua pihak dan elemen masyarakat, tidak terkecuali anak-anak sejak usia dini untuk gemar dan cinta menanam di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
“Tidak mudah mengubah budaya ini,” ujar Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat Menanam Bersama Petani Millenial di kawasan Green House Yayasan Pendidikan Ummah Balikpapan dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Jalan Batu Ratna KM 11 Karang Joang Balikpapan, Minggu (1/9/2024).
Menurut dia, untuk memotivasi dan menumbuhkan rasa suka menanam kepada anak-anak tidak perlu dilakukan dengan skala besar.
Tetapi bertahap dan berkelanjutan, meski dengan media yang sederhana namun bisa menggugah anak-anak mau dan suka menanam.
“Ketika mereka bahagia menanam, merawat tanamannya dan memanennya, maka akan tumbuh dipikirannya betapa mudah bertani itu,” ungkapnya.
Khusus awal kegiatan menanam di green house Yayasan Pendidikan Ummah, Akmal Malik meminta pengurus dan pengelola tidak terfokus pada mencari keuntungan.
“Saya katakan kita berdagang dengan Allah. Sejak awal menaman kita libatkan anak-anak dan panen biar mereka nikmati agar muncul rasa bangga dan bahagia,” pesannya.
Selain itu, Akmal Malik meminta pengurus memberikan pot dan tanaman kepada setiap anak agar dirawat di masing-masing rumah mereka.
“Nanti kita pantau dan nilai siapa yang bagus merawat tanamannya akan kita beri hadiah, juga hadiah kepada pembinanya,” janjinya.
Kembali Akmal menegaskan meraih yang besar harus dimulai dari hal-hal kecil. Dan mustahil seseorang bisa memperoleh suatu yang besar tanpa mampu menyelesaikan hal-hal kecil.
“Saya yakin sesuatu pasti kita mulai dari yang kecil-kecil. Biarlah kita menanam dari yang kecil-kecil, tapi yakinlah nanti kita akan menghasilkan sesuatu yang besar bagi Kalimantan Timur,” tegasnya.
Pengurus Yayasan Pendidikan Ummah Balikpapan Andi Azhar menyebutkan luas kawasan yang dikelola saat ini sekitar 4 hektar dan telah dibangun 6 unit green house dan segera dibangun sekolah alam.
“Kami fokus pada tanaman hortikultura seperti buah melon, anggur dan sayuran, cabai, palawija,” katanya. (*)












