Balikpapan

Edward Skenda Klaim Pengguna Bus Bacitra Balikpapan Tinggi, Faktor Sekolah dan Pekerja

375
×

Edward Skenda Klaim Pengguna Bus Bacitra Balikpapan Tinggi, Faktor Sekolah dan Pekerja

Sebarkan artikel ini
BUS BACITRA BALIKPAPAN - Ilustrasi bus Bacitra yang beroperasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Kota Balikpapan yang merupakan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, akan bertambah penduduk, mobilitas perkotaan diperlukan daya dukung infrastruktur yang mapan, termasuk satu di antaranya sistem transportasi publik.

Kota Balikpapan yang merupakan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, akan bertambah penduduk, mobilitas perkotaan diperlukan daya dukung infrastruktur yang mapan

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan Kota Balikpapan klaim, pengguna bus Balikpapan City Trans atau bus Bacitra dinilai tinggi karena itu perlu ditambah armadanya.

Demikian ditegaskan oleh Edward Skenda Putra, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan saat ditemui di Kota Balikpapan pada Rabu (4/9/2024) dikutip oleh Titiknol.id. 

Edward Skenda Putra, mengacu pada perhitungan kebutuhan transportasi, terungkap bahwa Kota Balikpapan membutuhkan minimal 32 unit armada bus Bacitra.

Namun, karena masih dalam tahap uji coba dan difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan maka sekarang ini bus Bacitra masih disediakan 19 unit saja.

“Sebenarnya kuncinya dalam pelaksanaan uji operasional ini, apabila dalam uji coba operasional ini berjalan lancar tentunya juga akan ada pertimbangan untuk penambahan koridor dan juga Armada,” kata Adwar Skenda Putra.

Menurut dia, Kota Balikpapan yang merupakan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara, akan bertambah penduduk, mobilitas perkotaan diperlukan daya dukung infrastruktur yang mapan, termasuk satu di antaranya sistem transportasi publik.

“Balikpapan sudah siap, hitungan jumlah armada yang disiapkan mestinya capai 100 unit,” tutur Adwar Skenda Putra. 

Dia beralasan, minat masyarakat untuk menggunakan bus Bacitra di Kota Balikpapan cukup tinggi dengan angka mencapai 250 persen. 

“Peningkatannya terjadi ketika jam pergi ke sekolah dan ketika pulang kerja,” ungkapnya. 

Karena pertimbangan waktu sekolah, saat ini jam operasional dimajukan dari awal jam 06.00 Wita menjadi jam 05.30 Wita.

Untuk rencana tarif yang akan diberlakukan dalam operasional bus Bacitra ini, hal tersebut saat ini masih dalam perhitungan. 

“Nilai tersebut akan dihitung dari nilai operasional selama beroperasi. Yang akan dihitung berapa nilai operasional yang akan dikenakan termasuk subsidi oleh kementerian,” bebernya. (*)