TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Sama halnya dengan warga Pesona Bukit Batuah, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, warga Gunung Sari Ulu kesulitan mendapatkan air bersih, Rabu (11/9/2024).
Namun sekarang tidak bagi warga Gunung Sari Ulu sebab masuk dalam program Kota Kita, disediakan pengelolaan air bersih bagi warga setempat.
Warga Pesona Bukit Batuah Balikpapan sampai kini masih kesulitan mendapatkan air bersih, harus membeli tandon keliling yang tarifnya mahal sekali, Rp100 ribu per tandon.
“Selama ini andalkan tadah hujan, kalau tidak hujan-hujan dan air habis terpaksa harus beli sama penjual air tandon keliling, kena Rp100 ribu per tandon,” beber Sulistio, satu di antara warga Pesona Bukit Batuah.
Berbeda nasib dengan warga Gunung Sari Ulu. Kini mulai tampak antusias menyambut program Kota Kita yang diinisiasi Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Balikpapan, terkait penyediaan air bersih.
Hampir satu bulan masa pengerjaan, kini, air bersih telah mengalir normal. Hal ini setelah adanya proses water treatment hingga pembangunan sarpras pendukung dari sumur bor dalam.
Sebagai kawasan pilot project, sumur bor ini sudah ada di RT 35 untuk mencakup empat RT. Khususnya RT 29, RT 35, RT 37, RT 40 di Kelurahan Gunung Sari Ulu.
Salah satu warga RT 35, Wawan mengaku merasa bersyukur atas program Kota Kita inisiasi dari Disperkim Balikpapan. Khususnya atas ketersediaan air bersih yang menjadi penantian lama warga Gunung Sari Ulu.
“Selama ini sih memang susah air disini. Air PDAM tidak mengalir sudah puluhan tahun, terhitung kalau saya sejak tahun 2000-an,” katanya.
Wawan menyebut, Gunung Sari Ulu menjadi salah satu kawasan yang sulit terjangkau air PDAM. Sehingga untuk memanfaatkan air, warga hanya mengandalkan pembelian tangki PDAM.
Selama ini, kata Wawan, ia harus mengocek pengeluaran sekitar Rp150 ribu per bulan untuk pembelian air. Air per tangki PDAM seharga Rp50 ribu.
“Tiap bulan harus beli terus buat di rumah. Makanya selama ada bantuan air ini sangat terbantu, tinggal buka keran sudah mengalir,” ujarnya. (*)












