TITIKNOL.ID, PENAJAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Penajam Paser Utara (PPU) musnahkan ratusan surat suara kategori lebih dan rusak dengan mengundang berbagai pihak sebagai bentuk pertanggungjawabannya menjaga transparansi kepada publik.
Pemusnahan surat suara dilakukan dengan cara di bakar di halaman depan kantor KPU PPU bersama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) PPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komandan Distrik Militer (Dandim) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tepatnya pukul 14.00 WITA, Selasa (26/11/2024).
Pemusnahan surat suara dilakukan pada sejumlah surat suara yang memang tidak digunakan di masing-masing TPS dari hasil penyortiran dan pengepakan.
Ketua KPU PPU menjelaskan bahwa surat suara lebih atau rusak yang tidak digunakan rawan terjadi duplikasi dan berpotensi memunculkan prasangka dari masyarakat.
“Kami meyakinkan kepada publik surat suara yang lebih ini tidak akan diapa-apakan supaya tidak timbul anggapan masyarakat bahwa surat suara digunakan untuk satu kepentingan tertentu,” kata Ali.
Adapun pemusnahan melalui cara dibakar ini sesuai rujukan KPU RI tentang teknis tata kelola logistik Pemilihan Kepala Daerah.
“Sebelum pemungutan berlangsung, hari ini kami menggelar pemusnahan surat suara lebih dan surat suara rusak hasil sortir beberapa waktu yang lalu,” imbuhnya.
Berdasarkan penuturannya, proses pemusnahan tersebut merupakan rangkaian tahapan pengadaan dan distribusi logistik.
Total surat suara yang dimusnahkan sebanyak 444 lembar memuat rincian 36 surat suara lebih dan 4 surat suara rusak untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, sebanyak 400 surat suara lebih dan 4 surat suara rusak untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
Sementara itu, distribusi logistik mulai dilakukan di TPS masing-masing sejak pagi tadi.
“Apel pelepasan dari gudang PPK telah dilaksanakan, distribusinya sembari melihat kondisi cuaca hari ini, beberapa titik masih dalam proses,” ungkapnya.
Dikarenakan cuaca yang sulit diprediksi, phaknya sebisa mungkin mengantisipasi keterlambatan distribusi logistik.
“Untuk berjaga-jaga hujan datang, kita harus menyiapkan transportasi untuk memastikan kelengkapan logistik dalam keadaan baik dan utuh,” tutupnya. (TN01)












