Samarinda

Terowongan Samarinda Solusi Atasi Kemacetan, Februari 2025 Ditargetkan Selesai

578
×

Terowongan Samarinda Solusi Atasi Kemacetan, Februari 2025 Ditargetkan Selesai

Sebarkan artikel ini
BANGUN TEROWONGAN SAMARINDA - Walikota Andi Harun, memastikan, proyek strategis terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap Kota Samarinda, Kalimantan Timur masih terus dilanjutkan meski terhenti sementara. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Proyek Terowongan Samarinda ditargetkan segera selesai, pada Februari akan beroperasi. 

Sekarang ini tinggal menunggu pengurusan rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan.

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (3/12/20240. 

Memasuki penghujung tahun 2023, proyek strategis pembangunan terowongan (tunnel) yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap yang dibiayai melalui skema Multi Years Contract dengan total anggaran Rp395 miliar, kini telah memasuki tahap akhir.

Proyek infrastruktur ini digadang-gadang dapat menjadi solusi atas permasalahan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Sungai Dama dan sekitarnya.

Walikota Samarinda, Andi Harun, belum lama ini menyebutkan bahwa operasional terowongan pertama di Kalimantan ini telah mencapai progres signifikan.

“Tapi untuk penggunaannya baru dapat dimulai pada Februari tahun depan nanti,” ujarnya.

Meski demikian, Andi Harun menjelaskan bahwa pada Desember ini pihaknya telah menargetkan bahwa tunnel tersebut dapat menembus di kedua sisi.

Dan dioperasikannya mungkin baru Februari karena harus menunggu proses perizinan dari KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan) Kementerian PUPR.

“Untuk memastikan keamanan dan kelayakan penggunaan terowongan bagi masyarakat,” paparnya.

Sejauh ini, proyek pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin-Kakap berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti.

Desy juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus pada pengurusan rekomendasi operasional dari KKJTJ.

“Dalam pengajuannya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, ini yang pernah terjadi juga pada pembangunan Jembatan Achmad Amins beberapa dulu,” ungkap Desy.

Meskipun demikian, Desy menyebut bahwa progres fisik proyek terowongan kini telah mencapai 75 persen dan ditargetkan akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu pada akhir tahun ini.

Baca Juga:   Prakiraan Cuaca Ekstrem Kaltim, BMKG Ingatkan Warga untuk Waspada

“Jika melihat dari timeline harusnya di bulan Desember ini baik sisi Kakap ataupun sisi Alimuddin sudah bisa bertemu,” ujarnya. (*)