Tidak terkecuali di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, di mana hujan lebat berskala lokal dan angin kencang masih terjadi beberapa hari terakhir
TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hujan akan terus turun sepanjang liburan tahun baru, diprediksi saat malam pergantian tahun cuaca mendung dan hujan.
Hal ini diprediksikan oleh BMKG belum lama ini.
Dijelaskan, hujan diprediksi masih akan terjadi pada masa libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Tidak terkecuali di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, di mana hujan lebat berskala lokal dan angin kencang masih terjadi beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat dan pihak terkait, utamanya dalam hal mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor menjelaskan, intensitas hujan diprediksi akan meningkat dalam seminggu ke depan.
Masyarakat Kota Samarinda mesti tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Seperti bantaran sungai, dataran rendah, atau lereng bukit yang berpotensi memicu banjir hingga tanah longsor jika tidak diantisipasi,” ungkapnya, Senin (30/12/2024).
Riza mengatakan, musim hujan yang saat ini tengah berlangsung beberapa hari terakhir di Kota Tepian Samarinda telah dipetakan dan diprediksi pihaknya sejak Oktober 2024.
Musim hujan di wilayah Kalimantan Timur akan berlangsung selama sembilan bulan dengan puncaknya pada Desember, Januari, Maret, dan April.
Kalimantan Timur memang memiliki pola musim hujan yang panjang. Periode kering biasanya terjadi singkat, antara Juli sampai September.
“Curah hujan bulan Desember ini masuk kategori menengah dengan intensitas 200 hingga 300 milimeter,” bebernya.
Hujan dalam kategori menengah tidak selalu memicu bencana.
Namun, jika kondisi drainase yang kurang memadai dan minimnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan, potensi bencana seperti banjir dan longsor bisa saja terjadi.
Di sisi lain, kegiatan masyarakat yang meningkat selama libur panjang akhir tahun agar selalu tetap waspada terhadap kondisi cuaca.
“Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Selain memengaruhi aktivitas, hujan deras juga dapat merusak infrastruktur seperti jalan dan jembatan, apalagi jika intensitasnya tinggi,” tandas Riza.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri berpergian jika cuaca buruk, guna menghindari risiko kecelakaan atau terjebak banjir di lokasi tertentu.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan teknologi dengan memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi atau kanal informasi resmi.
“Langkah akan bisa merencanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya. (*)












