Mahulu

Aksi Protes Guru Mahakam Ulu soal Penghasilan, Kenaikan Upah Itu Butuh Waktu

325
×

Aksi Protes Guru Mahakam Ulu soal Penghasilan, Kenaikan Upah Itu Butuh Waktu

Sebarkan artikel ini
PENGHASILAN GURU - Ilustrasi guru di sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahulu, Samson Batang, mengaku terkejut dengan aksi tersebut dan memastikan bahwa tuntutan para guru di Mahakam Ulu akan penghasilan sudah disampaikan ke pihak terkait. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Aksi unjuk rasa para guru di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur yang menuntut kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Mahulu, Samson Batang, mengaku terkejut dengan aksi tersebut dan memastikan bahwa tuntutan para guru sudah disampaikan ke pihak terkait.  

“Kaget juga ya, ada demo sejak kemarin itu,” ujarnya, Selasa (18/2/2025).  

Ia mengungkapkan bahwa setelah aksi unjuk rasa terjadi, dirinya mendapat banyak pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan media.  

“Itu juga banyak telepon dari Polres, dari Kodim, dari wartawan,” ujarnya.  

Tak hanya itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMB) juga turut menanyakan perkembangan situasi mengingat isu ini telah menyebar luas.  

“Nah, baru-baru ini ada dari DPMB juga yang menanyakan, karena ini kan sudah viral. Sekarang ini kan langsung betul viral,” tambahnya.  

Menanggapi tuntutan para guru, dia menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah daerah. 

Namun, ia mengingatkan bahwa proses kenaikan TPP membutuhkan waktu dan mekanisme tertentu.  

“Saya sebagai kepala dinas menyampaikan aspirasi teman-teman guru, keinginan mereka untuk menaikkan TPP sudah kita sampaikan juga. Kalau TPP itu perlu proses,” sebutnya. 

Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mencari solusi agar tuntutan para guru dapat diakomodasi dengan adil.  

“Ya, karena ini sudah, apa namanya, sudah terjadi adanya mogok, kita juga dari kemarin menyampaikan kepada Kepala Sekolah SD, SMP untuk mengendalikan keadaan di lapangan,” imbuhnya. 

Menurutnya, sejumlah kepala sekolah sempat bertanya bagaimana cara meredam aksi para guru di lapangan, terutama setelah adanya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemerintah daerah.  

Baca Juga:   Intervensi Pemkab Mahulu Atasi Stabilitas Harga Saat Mahakam Ulu Musim Kemarau

“Bahkan ada yang bertanya bagaimana mengendalikan teman-teman guru? Kami ini kan perlu jawaban, apa solusi setelah adanya RDP itu? Mungkin pada intinya mereka menginginkan apa hasil daripada yang akan disampaikan nanti ke guru-guru,” sebutnya.  

Ia menyebutkan bahwa salah satu usulan yang muncul dalam diskusi dengan Wakil Bupati adalah opsi untuk tidak menaikkan TPP sama sekali jika memang belum memungkinkan. 

Menurutnya, kebijakan ini dapat meredam kecemburuan di antara para guru yang merasa ada ketidakadilan dalam pembagian kenaikan tunjangan.  

“Kalau memang alternatif tadi, peserta, Pak Wabup, kalau memang tidak ada kenaikan, saya kira mungkin keadaan itu cepat diredam,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa ketidakadilan dalam distribusi kenaikan TPP menjadi salah satu pemicu utama kekecewaan di kalangan guru.  

“Daripada ada yang naik, ada yang tidak, keadilan mungkin itu yang membuat mereka kecemburuan sebenarnya. Ada yang naik, ada yang tidak, apa bedanya?” ucapnya.  

Samson pun berharap jika ada kenaikan TPP, sebaiknya diberikan secara merata, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar.  

“Sebenarnya maunya saya sih kalau ada kenaikan itu naik semua, walaupun tidak banyak,” tuturnya.  

Pemerintah daerah saat ini masih mengkaji usulan kenaikan TPP bagi para guru dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia, sembari mencari solusi terbaik untuk meredam aksi mogok yang telah mengganggu proses belajar mengajar. (*)