Titiknol IKN

Lima Investor Tanam Rp1,2 Triliun di IKN, Proyek Baru Dimulai 2025

552
×

Lima Investor Tanam Rp1,2 Triliun di IKN, Proyek Baru Dimulai 2025

Sebarkan artikel ini
Foto: dok Istana Negara Ibu Kota Nusantara. Aparatus Sipil Negara Kembali Batal Pinda ke IKN yang sebelumnya direncanakan dilakukan bertahap.

TITIKNOL.ID – Setidaknya lima investor menyuntikkan dana segar senilai Rp1,2 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Investasi ini dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan telah resmi ditandatangani dalam perjanjian kerja sama (PKS) dengan Otorita IKN.

Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengungkapkan bahwa investasi ini akan digunakan untuk membangun kawasan mixed-use, hotel, perkantoran, serta universitas.

Menurutnya, lima perusahaan dalam negeri telah berkomitmen untuk merealisasikan investasi tahap pertama senilai Rp1,25 triliun.

“Lima perusahaan anak bangsa ini akan membangun proyek strategis di IKN dengan nilai investasi awal Rp1,25 triliun. Pembangunan akan mencakup mixed-use, hotel, perkantoran, dan universitas,” ujar Agung dalam acara Penjajakan Pasar KPBU di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (24/2).

Adapun lima investor yang terlibat dalam proyek ini adalah PT Brantas Abipraya, PT Puri Persada Lampung, Universitas Negeri Surabaya, PT Berkah Bersinar Abadi, dan Balikpapan Ready Mix Nusantara.

Mereka akan segera memulai proyek dengan target realisasi pada 2025.

Agung menjelaskan bahwa investasi ini berbeda dengan skema sebelumnya.

Jika sebelumnya pembangunan diproyeksikan dalam jangka waktu 18 bulan sejak penandatanganan PKS, kali ini investor diminta untuk mempercepat realisasi proyek.

“Pada PKS sebelumnya, target pengerjaan mencapai 18 bulan karena masih banyak persiapan yang harus dilakukan. Namun, kali ini kita sepakat untuk segera memulai pembangunannya di tahun 2025,” jelasnya.

Sejauh ini, total investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp58 triliun, baik melalui investasi langsung maupun groundbreaking proyek sejak era Presiden Jokowi.

Namun, di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, skema investasi lebih diarahkan ke KPBU guna mempercepat pembangunan.

Baca Juga:   Pembangunan IKN Sejalan Pemerintah Inggris, Prioritaskan Lingkungan dan Iklim

Dengan masuknya lima investor baru ini, diharapkan pembangunan IKN bisa semakin progresif dan menarik lebih banyak minat dari sektor swasta. (*)