Balikpapan

Alasan Pengelola Pelabuhan Kariangau di Balikpapan Kaltim tak Tambah Armada dalam Mudik Idul Fitri 

463
×

Alasan Pengelola Pelabuhan Kariangau di Balikpapan Kaltim tak Tambah Armada dalam Mudik Idul Fitri 

Sebarkan artikel ini
MUDIK LEBARAN 2025 - Para pemudik yang akan gunakan transportasi kapal di Pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Pelabuhan Kariangau tidak tambah armada angkutan transportasi umum untuk mudik Idul Fitri 2025. (Titiknol.id) 

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Terungkap, inilah alasan pengelola Pelabuhan Kariangau di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tidak tambah armada angkutan transportasi umum untuk mudik Idul Fitri 2025.  

Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak akan menambah armada kapal menuju Mamuju Sulawesi Barat meskipun terjadi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran Idul Fitri.

Ribuan penumpang memadati kawasan pelabuhan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama terjadi pada 25 Maret 2025 dengan rute Kariangau-Mamuju menggunakan kapal KMP Laskar Pelangi.

Jumlah penumpang pejalan kaki mencapai 931 orang, sementara penumpang dalam kendaraan sebanyak 146 orang, sehingga total penumpang mencapai 1.077 orang.

Selain itu, kapal juga mengangkut 127 unit kendaraan roda dua dan 17 unit kendaraan roda empat.

Gelombang kedua terjadi pada 28 Maret 2025 dengan rute dan kapal yang sama.

Tercatat jumlah penumpang pejalan kaki meningkat menjadi 1.180 orang, sementara penumpang dalam kendaraan sebanyak 168 orang, sehingga totalnya mencapai 1.348 orang.

Jumlah kendaraan roda dua yang diangkut juga meningkat menjadi 156 unit, sedangkan kendaraan roda empat yang diangkut sebanyak 12 unit.

Tidak Mau Ambil Risiko

Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko lebih besar dengan memberangkatkan penumpang apabila ketersediaan alat keselamatan tidak memadai.

“Kemarin ada penambahan life jacket, makanya bisa muat sebanyak itu, kami juga dari syahbandar lebih tekan di situ,” bebernya pada Sabtu (29/3/2025) malam.

Ketersediaan alat keselamatan seperti life jaket menjadi salah satu fokus utama dalam pengawasan keamanan para penumpang.

“Walaupun masyarakat kadang pengen pulang tapi secara aturan itu buat mereka juga. Ketika ada apa-apa mereka bisa di backup dengan alat keselamatan,” ucapnya.

Baca Juga:   Taman Sari di Graha Indah Balikpapan Macet, Rintangan Mobil Mogok hingga Tambal Jalan Berlubang

Karolus juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.

“Puji Tuhan, cuaca juga sangat mendukung,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana dari pihak pelabuhan untuk menambah armada kapal menuju Mamuju, mengingat jumlah penumpang yang menurun drastis setelah lonjakan sebelumnya.

“Penumpang ini enggak sampai 400, udah turun jauh.” ucapnya

Karolus memastikan bahwa lonjakan penumpang yang terjadi sebelumnya sudah mampu di-backup dengan baik dan tidak ada penumpang yang tertinggal.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan tersebut terjadi karena adanya perpindahan penumpang dari Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Semayang Balikpapan akibat kehabisan tiket.

“Dari data yang saya lihat, rata-rata domisili orang itu dari wilayah Samarinda dan sekitarnya.” tambahnya.

Selain itu, ia juga mencatat bahwa sebagian besar penumpang yang akan berangkat Sabtu 29 Maret 2025 malam menuju Mamuju bukan berasal dari Balikpapan, melainkan dari luar daerah.

Hal ini terlihat dari banyaknya penumpang yang telah menginap di pelabuhan sejak sehari sebelum jadwal keberangkatan kapal.

Kemudian ia mempredikasi arus mudik lebaran dari Pelabuhan Penyeberangan Kariangau menuju mamuju akan habis malam ini.

“Prediksi kami hari ini, habis lah orang yang mudik.” katanya. (*)