TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Pasang air laut saat ini sedang tinggi di beberapa tempat perairan Kalimantan Timur, termasuk satu di antaranya di Kabupaten Berau.
Lantaran pasang air yang tinggi, membuat daerah Berau banjir yang tidak cepat surut. 9 Desa di Kabupaten Berau terendam banjir dan hingga ini belum reda, masih tergenang.
Demikian dibeberkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Agustianur saat ditemui di Samarinda, Kalimantan Timur dalam kegiatan Open House Gubernur Kaltim, Senin (31/3/2025).
Menurut BPBD Kaltim, puncak pasang air laut terjadi pada Senin 31 Maret 2025. Kontan saja ini membuat genangan air tidak bisa dihindari, berdampak pada daerah daratan jadi banjir.
“Selain faktor hujan yang sekarang sedang tinggi, pasang air laut juga jadi faktor pendorong banjir belum surut-surut,” tuturnya.
Apalagi, dia pun berduka, banjir yang melanda di Berau saat ini bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri yang tentu saja menghilangkan kenyamanan dalam lebaran.
“Namanya musibah dan faktor cuaca, jelas tidak bisa kita hindari,” tegasnya.
Banjir melanda sembilan desa di empat kecamatan yakni:
- Di Kecamatan Teluk Bayur, terdampak Desa Tumbit Melayu dan Labanan Makarti.
- Di Kecamatan Sambaliung meliputi Desa Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, dan Pegat Bukur.
- Di Kecamatan Kelay merendam Desa Merasa;
- Di Kecamatan Segah meliputi Desa Bukit Makmur.
“Kami akan evaluasi banjir ini, kita optimis dalam waktu beberapa hari ke depan dapat teratasi, jika kondisinya memungkinkan,” tutur Agus.
Pihak BPBD Kalimantan Timur kini masih terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau dalam upaya menanggulangi dampak banjir dan pertolongan kepada korban banjir. (*)












