BalikpapanTitiknolKaltim

Berantas Pengemis Gelandangan Balikpapan, Satpol PP Andalkan Kamera Tersembunyi

333
×

Berantas Pengemis Gelandangan Balikpapan, Satpol PP Andalkan Kamera Tersembunyi

Sebarkan artikel ini
ANAK TERLANTAR - Kondisi anak-anak jalanan terlantar. Data yang dihimpun oleh Dinas Sosial Kota Balikpapan mengungkapkan bahwa hanya dalam kurun waktu dua bulan, yaitu dari September hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 100 anak terlibat dalam berbagai perkara hukum. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tetap berkomitemen untuk perketat terhadap fenomena penyakit sosial seperti pengemis modus gelandangan hingga anak-anak jalanan terlantar. 

Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara tentu saja tidak boleh berubah jadi kota yang ramai akan gelandangan dan anak-anak jalanan yang bisa berpotensi mengganggu ketertiban sosial dan keindahan tata kota. 

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Penegakkan Hukum Satpol PP Balikpapan, Yosep Gunawan pada Senin (2/6/2025), Kota Balikpapan selalu mengawasi dan menindaklanjuti jika ditemukan adanya pengemis, gelandangan dan anak-anak terlantar menghiasi jalanan perkotaan. 

Kadang, ada yang modus jadi pengemis yang disabilitas, padahal secara fisik prima dan mampu. Model pengemis ini hanya mengatasnamakan orang disabilitas untuk eksploitasi ekonomi. 

Bila dibiarkan, akan berdampak buruk di antaranya mendorong orang lain untuk melakukan tindakan yang sama, hanya meminta-minta belas kasihan tapi bisa ceruk keuntungan ekonomi.  

Kata Yosep, upaya penertiban dan perlindungan terhadap kelompok rentan kembali digencarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan.

Dalam operasi yang dilakukan pada malam hari di sejumlah titik lampu merah, Satpol PP Balikpapan berhasil mengamankan empat anak jalanan yang beraktivitas di ruang publik dan dinilai mengganggu ketertiban umum.

Keempat anak tersebut merupakan warga Balikpapan yang kerap terlihat di perempatan jalan dan ruas-ruas yang ramai lalu lintas, seperti di kawasan MT Haryono, Gunung Malang, dan seputaran simpang Balikpapan Baru.

Aktivitas mereka, menurut pihak Satpol PP, tidak hanya berpotensi mengganggu pengguna jalan. Tetapi juga menempatkan mereka dalam kondisi yang berisiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan.

Yosep Gunawan, menegaskan, operasi ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:   TERUNGKAP Pelaku Pembunuhan di Babulu Setubuhi 3 Korbannya, Keluarga Minta Dihukum Mati

Tentu saja tindakan ini sebagai langkah konkret menjaga ketertiban kota dan memberikan perlindungan sosial kepada anak-anak yang tergolong rentan.

“Anak-anak ini biasa beraktivitas di malam hari di persimpangan lampu merah dan beberapa ruas jalan yang rawan gangguan ketertiban. Kami bertindak bukan hanya karena faktor hukum, tetapi juga karena rasa tanggung jawab sosial,” kata Yosep.

Diawasi Pakai Kamera Tersembunyi 

Untuk meningkatkan efektivitas pemantauan dan penertiban, Satpol PP Balikpapan mengoperasikan command center yang telah dilengkapi dengan kamera CCTV di berbagai titik strategis.

Fasilitas ini memungkinkan petugas memantau situasi lapangan secara real time dan merespons dengan cepat setiap laporan atau temuan pelanggaran.

“Kami memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam penertiban. CCTV yang kami pantau di command center menjadi mata kami di lapangan. Dengan demikian, kami bisa segera turun ke lokasi saat ada laporan atau temuan pelanggaran,” kata Yosep.

Tentu saja Yosep menegaskan, langkah Satpol PP tidak berhenti pada penertiban semata.

Setelah diamankan, keempat anak jalanan tersebut langsung diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan untuk mendapatkan pembinaan dan pendampingan.

Pendekatan ini dilakukan agar mereka bisa keluar dari pola hidup di jalanan dan diarahkan kembali ke lingkungan yang lebih stabil dan sehat.

“Tujuan utama kami adalah perlindungan dan pembinaan, agar mereka bisa memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak kembali ke jalanan,” kata Yosep.

Ia menekankan bahwa permasalahan anak jalanan bukan hanya isu ketertiban, melainkan juga merupakan masalah sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat umum.

“Kami berharap peran serta masyarakat sangat penting. Jika menemukan anak-anak yang membutuhkan bantuan, segera laporkan agar kami bisa melakukan tindakan cepat dan tepat,” imbuhnya.

Baca Juga:   PLN UP3 Berau Pastikan Listrik Aman Saat Perayaan Idul Adha

Untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat, Satpol PP telah menyiapkan layanan call center 24 jam. Yang dapat digunakan warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan atau tindakan yang berpotensi melanggar ketertiban umum.

Yosep pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus bergerak secara sigap dalam menjaga ketertiban kota. Dengan prioritas utama melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak.

“Kami siap bergerak kapan saja, karena menjaga ketertiban dan melindungi warga, terutama anak-anak, adalah prioritas kami,” tegasnya. (*)