TITIKNOL.ID, BONTANG – Kasus kekerasan seksual dan persoalan sosial lainnya masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kota Bontang.
Sepanjang lima bulan terakhir, Polres Bontang mencatat adanya lonjakan kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
Kapolres Bontang AKBP Alex F L Tobing melalui Kasat Reskrim AKP Hari mengungkapkan, sejak Januari hingga awal Juni 2025, tercatat 20 kasus kekerasan seksual dan kekerasan rumah tangga yang ditangani pihaknya.
“Selama Januari sampai akhir Mei, ada 20 kasus. Di antaranya 9 kasus persetubuhan, 2 kasus pencabulan, 4 kasus kekerasan terhadap anak, 3 kasus KDRT, 1 kasus perzinahan, dan 1 kasus penganiayaan,” terang AKP Hari, Senin (2/6/2025).
Khusus di bulan Mei, lanjut Hari, jumlah kasus yang masuk cukup tinggi. Tercatat ada 9 kasus yang dilaporkan dan ditangani oleh Unit Reskrim Polres Bontang.
“Rinciannya, 6 kasus persetubuhan, 1 kasus perzinahan, 1 kasus KDRT, dan 1 kasus kekerasan terhadap anak,” sebutnya.
Hari mengatakan, sebagian kasus yang ditangani sudah ada yang selesai dan sebagian lainnya masih dalam proses penyidikan.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan kekerasan seksual tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Ini tidak cukup dengan penangkapan pelaku. Semua pihak, mulai dari keluarga, orang tua, hingga pemerintah, harus ikut terlibat mencegah kasus seperti ini terulang,” ujarnya.
AKP Hari juga mengajak masyarakat agar tidak segan melaporkan bila mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual, guna melindungi korban dan memberikan efek jera kepada pelaku. (TN02)












