Penajam

DPRD PPU Soroti Masalah Pendidikan, Akses dan Fasilitas Terbatas Masih Jadi Tantangan

328
×

DPRD PPU Soroti Masalah Pendidikan, Akses dan Fasilitas Terbatas Masih Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD PPU Thohiron

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Meski mencatat sejumlah capaian positif, sektor pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih dibayang-bayangi persoalan mendasar yang perlu segera dibenahi.

Hal ini disampaikan DPRD PPU dalam evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten tahun anggaran 2024.

Ketua Komisi II sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD PPU, Thohiron, menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

Namun, hingga kini masih terdapat berbagai persoalan krusial yang perlu menjadi perhatian serius.

“Kalau kita bicara kualitas pendidikan, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Thohiron, belum lama ini.

Ia mengapresiasi capaian angka harapan lama sekolah yang mencapai 12,87 tahun dan rata-rata lama sekolah 8,57 tahun.

Namun di balik angka tersebut, masih banyak tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Masalah pertama, kata dia, adalah rendahnya minat melanjutkan pendidikan, terutama disebabkan oleh faktor ekonomi, akses geografis yang sulit, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Kedua, keterbatasan tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi hambatan serius.

Distribusi guru belum merata, sehingga kualitas layanan pendidikan di tiap wilayah berbeda-beda atau mengalami ketimpangan.

“Perlu ada langkah cepat dalam rekrutmen ASN, termasuk pemberian insentif agar pemerataan tenaga pendidik bisa terwujud,” jelasnya.

Ketiga, kualitas tenaga pengajar juga menjadi sorotan. Terutama di tingkat PAUD, masih banyak guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1 atau D4. Kondisi ini dinilai berdampak pada mutu pendidikan usia dini.

Masalah keempat adalah keterbatasan ruang belajar, terutama di tingkat SD dan SMP. Menurunnya jumlah ruang kelas di beberapa sekolah membuat proses belajar mengajar tidak berjalan optimal.

Thohiron mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi tenaga pendidik serta memperkuat kapasitas lembaga pendidikan yang ada.

Baca Juga:   DPRD PPU Dorong RSUD Jadi Rumah Sakit Rujukan Jelang Pemindahan IKN, Usul Tambah Insentif Dokter

“Kita tidak bisa berbicara tentang kemajuan daerah tanpa memperbaiki sistem pendidikan kita. Semua pihak harus komitmen agar generasi muda PPU mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.

(Advertorial/TN01)