TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pipa PDAM Balikpapan di sepanjang Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dilakukan perbaikan.
Langkah ini tidak lain lantaran untuk meningkatkan pelayanan distribusi air bersih di Kota Balikpapan.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM Balikpapan terus berupaya meningkatkan pelayanan distribusi air kepada masyarakat Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan melakukan perbaikan jaringan pipa di seluruh wilayah Kota Balikpapan.
Salah satunya seperti perbaikan pipa transmisi air berukuran 400 milimeter di Jalan MT Haryono.
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan bahwa upaya tersebut guna menekan penurunan potensi kehilangan air atau non revenue water (NRW).
Saat perbaikan jaringan pipa rampung, imbuhnya, nantinya aliran ke instalasi pengolahan air (IPA) berjalan normal, serta layanan pendistribusian kembali optimal.
“Ini memang tidak bisa dilakukan secara masif karena berpengaruh pada layanan distribusi. Jadi memang harus bertahap,” bebernya, Senin (9/6/2025).
Berdasarkan laporan dari badan pengawasan keuangan pembangunan (BPKP), evaluasi kinerja pada tingkat kebocoran di tahun 2023 mencapai 29 persen.
Di tahun 2024, PDAM Balikpapan sudah berhasil menurunkannya hingga 26 persen.
“Kalau bisa turun, kita turunkan lagi. Kalau bisa statis, dia tetap statis saja,” papar Yudhi, Senin (9/6/2025).
Diakuinya, penambahan sambungan pipa baru masih menjadi opsi dalam mengatasi kriris air bersih di Kota Balikpapan.
Mengingat langkah ini juga akan berdampak langsung pada anggaran.
Selain itu, masih banyak hal yang menjadi pertimbangan jika menambah sambungan pipa baru.
“Jika tidak memperhatikan debit air dan kondisi kita saat ini, itu tentu akan menjadi masalah berikutnya,” kata Yudhi.
Pihaknya tengah menghitung kebutuhan biaya perbaikan. Hal ini juga menggunakan dana PTMB terlebih dahulu, dan belum menggunakan penyertaan modal.
Demikian dengan pemasangan pipa baru, Yudhi menyebut, PTMB juga masih menghitung secara sistematis terkait berapa debit, berapa air, dan tempat yang akan menjadi lokasi pemasangan.
“Harapannya kami (PTMB) bisa menjadi perusahaan yang mandiri,” ujarnya. (*)












