DPRD Samarinda

DPRD Desak Warga Patuh PBG: Jangan Bangun Sembarangan di Kawasan Rawan Bencana!

161
×

DPRD Desak Warga Patuh PBG: Jangan Bangun Sembarangan di Kawasan Rawan Bencana!

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca. IST

TITIKNOL.ID Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, menyuarakan kekhawatiran serius terkait maraknya pembangunan perumahan yang tak sesuai aturan. Ia secara tegas mengingatkan masyarakat untuk tidak melanggar aturan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), terutama saat membangun di area rawan bencana.

Markaca menyoroti banyak pembangunan rumah baru yang berdiri di lokasi-lokasi berisiko tinggi, seperti pinggir lereng gunung atau di atas bukit yang cukup tinggi. Menurutnya, ini sangat riskan jika tanpa perencanaan matang dan izin yang jelas.

Menurut Markaca, pengurusan perizinan PBG mutlak disarankan sebelum masyarakat mulai membangun rumah. Jika lokasi yang dipilih memiliki risiko tinggi, instansi terkait bahkan tidak akan mengeluarkan izin.

“Instansi terkait saja jika ingin mengeluarkan izin harus ada kajian berwawasan lingkungan, kan aturannya ada,” tegasnya.

Ia menilai, hal ini perlu pengawasan ketat agar pembangunan permukiman penduduk tidak dilakukan pada kawasan rawan bencana atau tanpa adanya persetujuan dari instansi terkait.

Markaca juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang keliru. 

“Masalahnya banyak masyarakat membangun rumah lebih dulu baru meminta izin. Ini kan terbalik,” jelasnya.

Padahal, peninjauan lahan yang akan dibangun sangat penting. Ini untuk memastikan bangunan tidak berdiri di tempat rawan bencana yang berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.

“Ini soal keselamatan, makanya izin sangat penting agar masyarakat juga aman,” sebutnya.

Ia berharap, masyarakat bisa mengikuti aturan yang berlaku dan memenuhi persyaratan sebelum membangun hunian. Tujuannya jelas, agar dampak yang ditimbulkan dari bencana alam seperti tanah longsor hingga banjir tidak menyebabkan kerugian yang besar.

“Harus observasi lapangan itu sangat perlu, jangan sampai sudah terjadi bencana baru ribut,” pungkas Markaca. (*/adv)