TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kasus malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan angka penurunan tiap tahunnya. Lebih dari 50 persen Dinas Kesehatan (Dinkes) mampu mengupayakan penurunan kasusnya.
Tercatat sepanjang 2023 angka kasus mencapai 1.315 kasus. 57 persen angka tersebut mampu ditekan, hingga menyisakan 568 kasus di tahun 2024.
Kasi Entomologi Kesehatan Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo menyebut, eliminasi malaria dapat dicapai apabila selama tiga tahun berturut-turut, tak lagi terjadi penularan setempat.
“Kami tengah berusaha mempercepat eliminasi malaria, dimana hal ini dapat dicapai ketika angka Annual Parasite Incidence (API) di bawah 1 per 1.000 penduduk, dan proporsi kasus positif malaria terhadap jumlah spesimen yang diperiksa kurang dari 5 persen,” papar Ponco, Senin (16/6/2025).
Ia mengatakan, keberhasilan penurunan kasus per tahun, adalah hasil penintensifan eliminasi malaria, yang meliputi intervensi preventif, surveilans ketat, dan edukasi kesehatan masyarakat.
Strategi yang dilakukan Dinkes PPU secara konsisten, melakukan skrining terhadap populasi pendatang, khususnya pekerja dari luar wilayah yang masuk ke kawasan IKN, serta pendistribusian kelambu.
“Para pendatang yang masuk ke wilayah PPU atau mereka yang akan meninggalkan PPU, kami lakukan skrining. Utamanya para pekerja di kawasan IKN. Kemudian, distribusi alat pencegahan berupa kelambu,” kata dia.
Tahun ini, pihaknya berencana mendistribusikan 64.500 kelambu disebarkan khusus ke wilayah dengan akses terbatas.
“Termasuk Sotek, Bukit Subur, Riko, Semoi II, Monosari serta seluruh area di Kecamatan Sepaku,” katanya.
Ini menggambarkan bahwa kasus malaria dengan pencapaian tertinggi masih berada di wilayah sepaku sebagai kawasan induk IKN.
“Untuk menjangkau kelompok masyarakat di daerah terpencil dan rentan itu, kami dibantu oleh kurang lebih 50 kader aktif program Mobile Migrant Population (MPP),” imbuhnya.
Pihaknya menargetkan, status eliminasi malaria secara penuh dapat dicapai pada tahun 2026 mendatang.
“Artinya, jika semua indikator epidemiologis terpenuhi, PPU bisa dikatakan statusnya bebas malaria,” tandasnya.
(TN01)












