TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Beberapa hari yang lalu, Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, telah melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau pengelolaan sampah secara langsung.
Sudirman menjelaskan bahwa saat ini Kota Balikpapan baru mampu mengurangi timbulan sampah sekitar 30 persen.
Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat, terutama dari rumah tangga, sangat diperlukan dalam pencapaian target 50 persen.
Jika sampah rumah tangga sudah bisa dikelola secara baik, maka umur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan lebih panjang. Saat ini, TPA Kota Balikpapan hanya menyisakan satu zona yang belum digunakan.
“Dengan volume sampah sekitar 500 ton per hari, dan hanya sekitar 38 ton yang bisa didaur ulang, TPA kita diperkirakan hanya mampu bertahan 3 sampai 4 tahun ke depan,” kata Sudirman.
DLH bersama Bappeda dan jajaran Pemkot Balikpapan saat ini tengah mengkaji opsi pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, termasuk rencana pengubahan sampah menjadi energi listrik. Namun, pelaksanaannya masih terkendala oleh kebijakan pusat.
“Kami berharap, meskipun teknologi pengolahan sampah belum bisa diterapkan secara penuh, masyarakat tetap berperan aktif dalam pengelolaan sampah mulai dari sumbernya agar Balikpapan tetap menjadi kota yang bersih dan layak huni,” pungkasnya. (*)












