Titiknol IKN

Jonggon jadi Kunci Konektivitas IKN Nusantara dengan Wisata Konservasi di Kukar Kaltim

346
×

Jonggon jadi Kunci Konektivitas IKN Nusantara dengan Wisata Konservasi di Kukar Kaltim

Sebarkan artikel ini
Dok Wijaya Karya yang menyelesaikan pembangunan di IKN

TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, menegaskan pentingnya peningkatan konektivitas ke kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), salah satunya melalui jalur Jonggon.

Ia menyebut jalur ini sangat strategis karena hanya berjarak 10 kilometer dari titik pusat IKN Nusantara, dan menjadi kunci pengembangan kawasan wisata konservasi di wilayah Kutai Kartanegara.

Pernyataan itu disampaikan Rudy Mas’ud saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kamis (4/7/2025).

Desa Pela saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur yang mengutamakan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Gubernur menyebut Desa Pela memiliki posisi penting karena berada sekitar 98 kilometer dari IKN Nusantara. 

Dengan tersambungnya akses melalui Jonggon, konektivitas dari dan menuju IKN akan semakin terbuka dan mempercepat pengembangan wilayah penyangga.

“Kalau ini nanti konek Pak Menteri, kita melalui Jonggon, dari Desa Jonggon di Kota Negara ini hanya 10 km dari Ibu Kota Nusantara,” kata Gubernur Kaltim, Rudy Masud.

Selain potensi wisata, Rudy Mas’ud juga memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur pemerintahan di IKN.

Ia menyebut rumah dinas, pendopo, dan kantor Wakil Presiden ditargetkan rampung pada akhir 2025, yang diharapkan akan semakin mendorong percepatan pembangunan di sekitarnya.

“Rumah beliau insyaallah akan selesai di akhir tahun ini. Rumah dinas beliau, pendoponya beliau, dan kantor beliau,” ujarnya.

Rudy juga menyoroti peningkatan aksesibilitas ke Kutai Kartanegara yang kini semakin mudah setelah Bandara VVIP IKN resmi beroperasi secara komersial sejak 12 Juni lalu.

Ia berharap kemudahan ini mempercepat mobilitas masyarakat dan mendukung sektor pariwisata serta investasi.

“Insya Allah mudah-mudahan tidak setengah mati lagi kita, untuk datang ke Kutai Kartanegara yang jaraknya hanya tinggal 10 km, kita sudah masuk di Kutai Kartanegara,” katanya. (*)