Penajam

Wali Murid SDN 014 Penajam Kecewa, Rumah Dekat Tapi Anak Diminta Cari Sekolah Lain

154
×

Wali Murid SDN 014 Penajam Kecewa, Rumah Dekat Tapi Anak Diminta Cari Sekolah Lain

Sebarkan artikel ini
Wali murid SDN 014 Penajam Kecewa, rumah dekat tapi anak diminta cari sekolah lain

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tinggal hanya beberapa meter dari SDN 014 Penajam tidak menjamin seorang anak bisa diterima bersekolah di sana.

Hal ini dialami Ardiansyah, warga RT 06 Kelurahan Sungai Parit, yang meski rumahnya berada diantara perbatasan Kelurahan Nipah-nipah dan masih dalam kawasan jalur zonasi, sang anak, yang pada saat mendaftar berusia 6 tahun 2 bulan 29 hari, justru tidak lolos seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 karena kalah dalam perangkingan umur.

Ia mengutarakan kekecewaan yang mendalam, hingga mengaku kebingungan setelah mendapat solusi dari pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU), yang menyarankan untuk mencari sekolah lain yang memiliki bangku kosong.

“Senin lalu, kami datang dan bertemu Pak Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikpora PPU, beliau bilang cari tempat yang kosong. Kan bisa diakses itu, kemudian saya daftar di Sesumpu dan Pejala,” tuturnya, Jumat (4/7/2025).

Menurutnya, meski mendaftar disana, tempat itu sangat jauh dari rumah dan tidak sesuai harapannya. Bukannya solusi, justru keputusan memindahkan anak ke sekolah asing berisiko menimbulkan tekanan psikologis anak yang membutuhkan bimbingan dan lingkungan yang dikenalnya.

“Menurut Dinas ya baik, tapi bagi saya? ya tidak, terutama ke anak saya. Ibarat sekolah di usia dini perlu bimbingan orang tua, tiba-tiba belajar di lingkungan yang asing, tidak ada teman, tidak kenal guru, jauh pula. Saya sebagai orangtua memikirkan itu,” kata Ardiansyah.

Ia melanjutkan, bukan berarti dirinya memaksakan anaknya untuk masuk sekolah. Hal ini lantaran, ia begitu khawatir akan dampak yang terjadi apabila sang anak menunda setahun.

“Dampak buruknya, kalau anak saya satu tahun di rumah, itu matang betul main hp. Siapa yang bisa membendung itu? sedangkan saya bekerja mencari nafkah untuk anak dan istri saya, masa harus jagain anak,” ucapnya.

Baca Juga:   Safari Ramadan Pemkab PPU Kaltim: Pererat Silaturahmi dan Tebarkan Nilai Ketakwaan

Dengan bersekolah, lanjutnya, anak dapat fokus belajar dan bermain, sehingga sewaktu pulang pun masih bisa dikontrol.

Ia menambahkan, sistem zonasi ini, menurutnya tidak sepenuhnya adil. Ardiansyah menilai perlu ada pembeda dalam penetapan kuota penerimaan siswa baru, menyesuaikan jumlah penduduk dan kepadatan wilayah.

“Harapan terbesar saya, bisa masuk zonasi terdekat. Rumah saya disini, saya orang lama. Kenapa kuotanya tidak bisa mengakomodir anak-anak kita yang jelas masuk zonasi?” tutup Ardiansyah.

(TN01)