Penajam

Buka Expose Indeks Desa 2025, Wabup PPU: Perkuat Pembangunan Inklusif Berbasis Data

187
×

Buka Expose Indeks Desa 2025, Wabup PPU: Perkuat Pembangunan Inklusif Berbasis Data

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin buka expose indeks desa 2025.

TITIKNOL.ID, PENAJAM — Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, secara resmi membuka acara Expose Hasil Rekomendasi Indeks Desa Tahun 2025, Kamis (10/7/2025).

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berbasis data.

‎Acara yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bupati ini dihadiri oleh berbagai elemen penting.

Mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, tenaga pendamping profesional, hingga perwakilan masyarakat desa turut ambil bagian dalam diskusi dan pemaparan.

‎Dalam sambutannya, Wabup Abdul Waris menegaskan bahwa Indeks Desa bukan sekadar kumpulan data statistik, melainkan fondasi penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan desa ke depan.

‎“Indeks Desa menjadi alat ukur yang objektif untuk menilai kondisi riil di lapangan. Data ini penting agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa dan memastikan pembangunan berlangsung secara adil dan merata,” tegasnya.

‎Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dalam memastikan validitas dan pemanfaatan data.

Dengan data yang akurat, katanya, perencanaan pembangunan bisa lebih tepat sasaran.

‎Waris berharap agar hasil rekomendasi dari Indeks Desa 2025 dapat diimplementasikan secara konkret oleh seluruh kepala desa dan stakeholder terkait untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayahnya masing-masing.

‎Menurutnya, pembangunan desa yang sukses bukan hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari aspek sosial, ekonomi, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

‎“Data akan menjadi kompas arah pembangunan desa. Jika digunakan dengan bijak, maka potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

‎Expose ini juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap program-program sebelumnya, serta mendorong transparansi dalam perencanaan dan penggunaan dana desa secara akuntabel. (Advertorial)