BontangTitiknolKaltim

Kondisi Laptop Chromebook di Kota Bontang Kaltim Saat Mencuat Isu Dugaan Korupsi

325
×

Kondisi Laptop Chromebook di Kota Bontang Kaltim Saat Mencuat Isu Dugaan Korupsi

Sebarkan artikel ini
DUGAAN KORUPSI CHROMEBOOK - Kondisi laptop Chromebook di tengah isu dugaan korupsi dalam proyek Chromebook untuk program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2019–2022 menyita perhatian publik. 

Proyek senilai triliunan rupiah itu mengalirkan sekitar 1,2 juta unit laptop ke berbagai daerah, termasuk Kota Bontang, Kalimantan Timur

TITIKNOL.ID, BONTANG – Dugaan korupsi dalam proyek Chromebook untuk program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019–2022 menyita perhatian publik. 

Proyek senilai triliunan rupiah itu mengalirkan sekitar 1,2 juta unit laptop ke berbagai daerah, termasuk Kota Bontang.

Berdasarkan data terbuka yang diakses melalui laman resmi Kemendikbud, tercatat ada 13 sekolah di Bontang yang menerima bantuan. Mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SLB.

Beberapa di antaranya adalah:

TK Kartini V-10, SD Alam Baiturahman, SDN 002 Bontang Selatan, SDN 001 Bontang Utara, SMP IT Yabis, SMP Advent, SMP Imanuel, SMP YPPI, SMP Perintis, SMP Galilea, SMP Islam Nurul Iman, SMA Hidayatullah, dan SLB Negeri Bontang.

Namun, dari jumlah tersebut, bantuan ke tiga sekolah dibatalkan: SD Alam Baiturahman, SDN 002 Bontang Selatan, dan SDN 001 Bontang Utara.

Digunakan Setiap Tahun

Pada sejumlah sekolah penerima untuk memastikan kondisi barang yang sempat terseret isu dugaan korupsi itu.

Di SMP YPPI Bontang, Jalan WR Soepratman, Kelurahan Tanjung Laut, Kepala Sekolah Safriyati menegaskan bahwa bantuan yang diterima pada 2021 dalam kondisi baik dan sangat bermanfaat.

“Laptop digunakan setiap tahun untuk ujian ANBK. Kami juga pakai untuk praktik komputer, bahkan guru kadang menggunakannya untuk persiapan materi pembelajaran,” beber Safriyati, saat ditemui, Rabu (16/7/2025).

Sebelum ada bantuan, sambung dia, SMP YPPI harus menumpang ujian di SMK Negeri 2 dengan biaya hingga jutaan rupiah. 

“Setelah ada bantuan, alhamdulillah kami bisa melaksanakan ujian secara mandiri,” ujarnya.

Baca Juga:   1000 Titik WiFi Gratis di Berau Belum Dibayar, Diskominfo Salahkan Serapan Anggaran

Begitu mengecek kondisi barang, unit masih tersimpan rapi di lemari sekolah. 

Tiga laptop dicoba dinyalakan awalnya mati karena belum terisi daya, namun menyala normal setelah beberapa menit diisi listrik. 

Fungsi keyboard, koneksi internet, dan akses ke platform seperti Google dan YouTube juga berjalan lancar.

“Barangnya bagus, tidak ada masalah. Terakhir dipakai kemarin,” tambahnya.

Ia juga menyebut sebelum laptop dikirim, guru-guru mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penggunaan Chromebook di Balikpapan.

Sekolah lain, SLB Negeri Bontang yang terletak di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, juga menerima sembilan unit laptop pada awal 2022.

Kepala Sekolah Nurfathonah menyebut seluruh unit berfungsi normal dan digunakan siswa setiap hari.

“Dipakai untuk praktik harian dan ujian ANBK bersama SLB lain di Kalimantan Timur. Sangat bermanfaat untuk siswa kami,” ucapnya.

Di lokasi, laptop masih tersimpan dalam kotak dan lemari yang terkunci.

“Kuncinya tercecer karena ruangan baru saja dibersihkan. Tapi yang pasti, laptop yang kami terima semuanya berfungsi baik,” jelas Nurfathonah.

Ia juga mengaku telah mengetahui informasi soal dugaan korupsi proyek pengadaan laptop dari pemberitaan media nasional.

“Namun secara fisik dan fungsi, barang yang kami terima sesuai standar dan sangat membantu sekolah,” pungkasnya. (*)