TITIKNOL.ID, PENAJAM – Menyusul berdirinya Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin menyebut kini panti jompo juga akan hadir dan dibangun di lahan milik pemerintah kabupaten (Pemkab) PPU.
Waris menyampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial meminta Pemkab PPU menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunannya.
“Pemerintah pusat serius dengan sekolah rakyat, sekarang bukan hanya itu, kementerian sosial melalui sekretaris mereka, ketika kami lakukan kunjungan instruksi mereka minta lahan 10 hektare untuk dibangun pelayanan sosial panti jompo,” kata Waris belum lama ini.
Ia mengungkapkan, tak hanya lansia namun orang-orang terlantar juga bakal mendapatkan tempat hunian yang layak di PPU.
“Mereka (pemerintah pusat) serius sekali, mereka tidak mengambil lahan tapi meminjam dengan mengatasnamakan dinas sosial, sementata penganggarannya full dari pusat,” tambahnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Waris mengatakan pihaknya telah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mendata lokasi yang memenuhi syarat luasan untuk pembangunan panti jompo.
“Kami minta ke BKAD, katanya ada lahan kita di Babulu yang luasnya 10 hektare,” ujarnya.
Meski belum dipastikan lokasi tersebut ditetapkan sebagai lokasi pembangunan panti jompo, namun Pemkab PPU menyeriusi instruksi pusat dan kini tengah mencari lahan potensial lain yang memenuhi aspek aksesbilitas, kelayakan lingkungan, dan kemudahan pelayanan bagi warga lansia serta masyarakat rentan lainnya.
“Apakah di Penajam atau Babulu, kalau sudah fiksasi, insyaallah pusat siap membangun tahun depan, konsepnya orang yang terlantar juga bisa menetap sementara nanti, pungkasnya.
(Advertorial/TN01)












