Headline

Aspirasi Warga Terkabul, Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB 250 Persen

247
×

Aspirasi Warga Terkabul, Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB 250 Persen

Sebarkan artikel ini
BUPATI BATALKAN KEBIJAKAN - Pemerintah Kabupaten Pati membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sempat direncanakan naik hingga 250 persen. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (7/8/2025). (HO/Pemkab Pati)

TITIKNOL.ID, PATI — Pemerintah Kabupaten Pati membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sempat direncanakan naik hingga 250 persen.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (7/8/2025).

Pembatalan kenaikan PBB tersebut merupakan respons langsung atas kritik dan keluhan warga serta arahan dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah.

“Kenaikan pajak yang mencapai 250 persen akan kami turunkan sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, Gubernur, dan tuntutan masyarakat,” tutur Sudewo.

Bupati Sudewo juga meminta seluruh elemen masyarakat menjaga situasi kondusif agar proses pembangunan di Kabupaten Pati dapat berjalan optimal.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas dinamika yang muncul menjelang hari jadi, termasuk insiden kirab boyongan yang sempat memicu kritik publik.

“Terkait pernyataan saya soal ‘lima ribu silakan, lima puluh ribu massa silakan’, saya mohon maaf. Tidak ada niat menantang rakyat saya sendiri,” tegas Bupati Sudewo.

Lebih lanjut, Sudewo menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan terbuka menerima masukan demi kemajuan Kabupaten Pati.

Program pembangunan strategis, seperti:

  • Perbaikan infrastruktur;
  • Pembangunan RSUD Soewondo;
  • Pendidikan karakter;
  • dan penguatan sektor pertanian, 

“Akan terus dijalankan dengan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Jalani Prosesi Kirab Boyongan

Pada hari yang sama, prosesi kirab boyongan berlangsung meriah dan diikuti oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta pegiat budaya.

Kirab ini mengangkat nilai sejarah dan budaya Kabupaten Pati, diawali dengan pengambilan air suci, pertunjukan seni tradisional, dan pawai busana adat yang menggambarkan tiga kadipaten asli Pati:

  • Mojosemi;
  • Paranggaruda;
  • dan Carangsoka.

Bupati Sudewo menegaskan, “Kirab ini bukan hanya perayaan, tetapi penghormatan terhadap sejarah dan budaya leluhur yang harus dijaga oleh generasi muda.”

Baca Juga:   Puasa Dzulhijjah Dimulai 28 Mei 2025, Inilah Niat dan Cara Menjalankannya

Acara diakhiri dengan penanaman pohon beringin dan selametan sebagai ungkapan syukur dan harapan untuk masa depan Kabupaten Pati yang lebih baik. (*)