TITIKNOL.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus memperkuat langkah mewujudkan konsep smart city di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) dan BPJS Ketenagakerjaan.
Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan layanan digital dan perlindungan sosial yang menyeluruh, terutama bagi para pekerja konstruksi dan masyarakat sekitar IKN.
Smart city adalah konsep pengelolaan kota berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, kenyamanan warga, dan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu implementasinya adalah mendorong transaksi nontunai (cashless society) guna menciptakan sistem pembayaran yang praktis, aman, dan modern.
Dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan kawasan dan penerapan sistem cashless, OIKN menekankan pentingnya kebersihan, keamanan, dan kenyamanan di kawasan ibu kota baru.
Transaksi digital akan menjadi standar baru, menggantikan uang tunai dengan metode seperti kartu debit, dompet digital, transfer bank, atau aplikasi QR code.
Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan OIKN, Desiderius Viby Indrayana, menyatakan bahwa inisiatif ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja, sebagai bagian dari pembangunan kota yang inklusif.
“Kami ingin memastikan para pekerja sebagai ujung tombak pembangunan mendapatkan hak dan layanan terbaik, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi keseluruhan ekosistem IKN,” beber Desiderius dalam siaran pers yang diterima Titiknol.id, Rabu (13/8/2025).
Tiga fokus utama dalam peningkatan layanan bagi pekerja antara lain:
- Penyediaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) yang layak dan dekat dengan lokasi kerja.
- Pemberian upah sesuai regulasi, minimal setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
- Perlindungan sosial dan kesehatan melalui kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan, sesuai ketentuan pemerintah.
Desiderius menambahkan bahwa sistem cashless tidak hanya soal efisiensi, tapi juga bentuk nyata modernisasi dan keamanan kawasan.
“Cashless akan menjadi standar di seluruh kawasan Nusantara, mendukung ekosistem digital yang terintegrasi dan efisien,” tegasnya. (*)












