TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kehadiran Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai terasa manfaatnya bagi petani.
Tak hanya mendatangkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), program ini juga memastikan petani mampu mengoperasikannya.
Hal ini kemudian mendorong pemerintah daerah untuk sekaligus menyiapkan layanan perbengkelan agar peralatan tetap terjaga.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan BP bukan sekadar menyalurkan alsintan, tetapi juga mengadakan sosialisasi dan pelatihan agar petani tidak tertinggal dalam modernisasi pertanian.
“BP hadir di seluruh kota di Indonesia. Di PPU, selain alatnya datang, petani juga dibekali pengetahuan cara pakainya,” ujar Andi, Kamis (14/8/2025).
Di PPU, terdapat 29 Brigade Pangan yang masing-masing mendapat bantuan beragam, mulai dari traktor roda empat (jonder), rotavator, bibit, hingga perlengkapan olah lahan lainnya.
Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian petani.
Untuk memudahkan perawatan, pemerintah berencana membangun bengkel pertanian dengan biaya jauh lebih rendah dibanding bengkel pada umumnya.
Langkah ini diambil karena selama ini biaya perbaikan cukup mahal, membuat sebagian alat rusak dibiarkan tergelatak begitu saja.
“Harapannya tidak ada lagi alsintan yang mangkrak di lapangan. Kita perbaiki, kembalikan ke petani, atau petani mana yang butuh, sehingga kita tidak perlu lagi membeli baru,” kata Andi.
Ia menegaskan, BP dibentuk untuk membantu kelompok tani mengolah lahannya sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Oleh sebab itu, kini, kata Andi, petani PPU tak lagi kesulitan soal alat karena pemerintah benar-benar memberikan perhatian lebih di sektor ini.
“Kalau dulu mereka tidak punya, sekarang setelah BP dibentuk, alatnya tersedia,” ujarnya.
(Advertorial/TN01)












