TITIKNOL.ID, PENAJAM – Layanan air bersih di Penajam Paser Utara (PPU) bisa dikelola bukan hanya oleh Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), tetapi juga oleh badan usaha milik desa (Bumdes) dengan dukungan teknis dari Perumda.
Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid menyebut skema ini merupakan terobosan di tengah keterbatasan anggaran daerah dalam rangka mempercepat target cakupan layanan perpipaan air bersih yang dicanangkan pemerintah hingga 80 persen.
“Kalau semuanya dikelola Perumda, jumlah karyawan bisa membengkak. Desa sebenarnya mampu mengelola sendiri melalui Bumdes, sementara kami hadir mendampingi,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Model ini sudah diuji coba di Desa Telemow, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Bumdes setempat menjual air bersih kepada warga, meski baru menjangkau sekitar 100 pelanggan karena keterbatasan anggaran.
“Ini percontohan dan terbukti bisa berjalan. Tinggal diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” jelasnya.
Rencana pengelolaan air bersih itu, diawali dengan survey Perumda AMDT yang mencatat ada 21 unit penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di desa dan kelurahan.
Pamsimas tersebut nantinya bakal diaktifkan, setelah dipasangi jaringan perpipaan. Selanjutnya air Pamsimas dapat dikelola Bumdes sekaligus dipungut tarif penjualannya.
“Selama ini masyarakat menyedot langsung dari Pamsimas, kandungan besinya tinggi dan air jadi kuning. Itu yang kita perbaiki dengan sistem pengolahan,” kata Rasyid.
Sumber pendanaannya, lanjut Rasyid tidak menggunakan APBD, melainkan diarahkan pada alokasi dana desa (ADD).
“Kita upayakan dibangun jaringan perpipaannya. Entah dari pemerintah desa melalui ADD,” ucapnya.
Selain menggandeng Bumdes, Perumsa AMDT juga menjajaki kerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di wilayah Sepaku untuk memperluas jaringan perpipaan.
“Kita running tahun ini, targetnya dua tahun ke depan 21 Pamsimas itu harus bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” tandasnya.
(TN01)












