Penajam

Masyarakat PPU Didorong Kembangkan Wisata Edukasi Pertanian

156
×

Masyarakat PPU Didorong Kembangkan Wisata Edukasi Pertanian

Sebarkan artikel ini
Salah satu wisata sawah di Desa Gunung Mulia yang sudah berjalan (ist)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengarahkan pembangunan sektor pertanian ke model wisata edukasi.

Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang tak sekedar bertumpu pada hasil budidaya.

“Sudah kita sampaikan. Untuk saat ini pemerintah baru sebatas memfasilitasi, membuka wawasan kepada petani terkait konsep urban farming,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, Jumat (29/8/2025).

Namun, untuk memberikan fasilitas secara menyeluruh baik modal, sarana maupun infrastruktur, pihaknya mengaku belum mampu.

“Dengan membuka wawasan mereka, harapannya masyarakat kita punya greget (semangat) dan termotivasi untuk mengembangkan wisata pertanian, misalnya agrowisata petik buah,” jelas Gunawan.

Di PPU, baru segelintir masyarakat yang mengembangkan usaha tani model eduwisata.

Menurut Gunawan, masyarakat harus mulai berpikir kritis bahwa pertanian tak lagi dipandang sebagai kegiatan produksi, tetapi juga bisa dikembangkan ke arah wisata edukasi.

“Bertani bukan sekadar rutinitas, tetapi bahkan menjadi kegiatan yang menarik, punya nilai ekonomi sekaligus edukasi,” ujarnya.

Ia berharap dengan pesatnya perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) justru menjadikan masyarakat sebagai penonton di daerah sendiri ketika investor mulai berdatangan.

“Peluang seperti itu harus bisa ditangkap masyarakat lokal,” tambahnya.

Ia mencontohkan potensi di Desa Gunung Mulia. Di sana, wisata sawah mereka sudah berjalan.

Besar harapan ke depannya wilayah tersebut dapat berkonsultasi mengembangkan wisata pertanian sehingga manfaatnya ekonominya akan lebih besar.

“Pemerintah pasti dukung. Kita coba ubah pola pikir masyarakat, bertani itu mengasyikkan. Nilainya tidak hanya dari sisi budidaya dan produksi, sisi lainnya orang mulai mengenal kegiatan ini sebagai wisata edukasi,” pungkas Gunawan.

(TN01)