TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan tiap bulan rutin memberi insentif untuk guru swasta yang jumlahnya mencapai ribuan mulai dari jenjang PAUD, SD dan SMP sederajat di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Hal ini disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, bahwa pemerintah tak pernah absen memberikan gaji guru-guru swasta melalui dana hibah Bantuan Operasional Sekolah (Bosda).
“Prinsipnya tiap bulan pemerintah selalu memberi tambahan kepada pendidik sebesar Rp1,4 juta melalui hibah sekolah swasta. Itu rutin dan tidak pernah dibayarkan telat,” tegas Muhajir, Kamis (4/9/2025).
Pernyataan ini merespon salah satu tuntutan dalam aksi massa beberapa waktu lalu, soal pemberian gaji yang dinilai tidak mensejahterakan pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Pada poin pertama isu daerah, massa menuntut agar pemerintah daerah memberikan gaji standar yang layak kepada guru-guru di PPU.
“Meski begitu, kita sudah berupaya bantu. Pun tidak hanya sekolah negeri, melainkan swasta di bawah naungan Kemenag juga kita support,” ujarnya.
Sementara massa menggunakan data terkait upah Rp300 ribu di lapangan. Muhajir bilang, nilai itu bukan dari pemerintah, tetapi tambahan dari yayasan terkait.
“Artinya pemerintah memberikan bantuan. Kita alokasikan Rp20 miliar di setiap tahunnya untuk penggajian guru sekolah swasta,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa tambahan dari yayasan dapat berbeda-beda tergantung dari besarnya sekolah, jumlah murid dan biaya iuran yang dikeluarkan.
“Potrait yang ditemukan itu ada di sekolah kecil. Wajar saja kalau menyampaikan Rp300 ribu, itu dari sekolah. Kalau pemerintah Rp1,4 juta,” jelasnya.
Secara prinsip, pemerintah kabupaten tetap memberikan perhatian kepada tenaga pendidik di PPU, hanya saja pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
(TN01)












