SamarindaTitiknolKaltim

Produk Lokal Diutamakan untuk Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim

179
×

Produk Lokal Diutamakan untuk Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim

Sebarkan artikel ini
MAKAN BERGIZI GRATIS - Makanan lokal khas nusantara yang sehat dan alami. Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mendorong pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku utama dalam Program Makan Bergizi Gratis, Sabtu (4/10/2025).

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mendorong pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun demikian, setiap produk lokal wajib melalui proses uji kelayakan terlebih dahulu sebelum direkomendasikan masuk ke dapur MBG, guna memastikan bebas dari pestisida dan kandungan logam berat.

Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan lokasi dapur MBG di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Langkah ini bertujuan untuk menghubungkan daerah penghasil pertanian dengan dapur MBG terdekat, sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien.

“Produk lokal yang jauh dari residu pestisida dan logam berat akan kita uji terlebih dahulu. Jika aman, baru kami rekomendasikan untuk digunakan di dapur MBG,” ujar Yana, Sabtu (4/10/2025).

Dalam rapat koordinasi terakhir, DPTPH juga diminta mempercepat pembentukan dapur MBG khusus di wilayah terpencil, yang memiliki karakteristik berbeda dari dapur MBG reguler.

Jika dapur MBG reguler bisa melayani hingga 3.000 porsi per hari, maka untuk daerah terpencil, dengan jarak distribusi maksimal 6 kilometer dan waktu tempuh kurang dari 30 menit, akan dibentuk dapur tersendiri.

“Misalnya, satu sekolah dengan 200 siswa ditambah beberapa sekolah kecil lain dalam radius 6 km, bisa kita layani dari satu dapur khusus,” jelas Yana.

Matching Produk Lokal dan Dapur MBG

Untuk memastikan produk lokal benar-benar terserap, DPTPH akan melakukan proses pencocokan (matching) antara produk pertanian di daerah dengan kebutuhan dapur MBG setempat.

“Nanti akan kita cocokkan peta identifikasi produk lokal kami dengan peta sebaran dapur MBG. Tapi sebelum masuk ke dapur, semua bahan baku tetap harus melewati uji logam berat,” tegas Yana.

Baca Juga:   Gubernur Rudy Mas'ud Kritik Penyaluran CSR di Kaltim, tak Sinkron pada Pembangunan Daerah 

Saat ini, mekanisme pengadaan bahan pangan dalam program MBG masih berlangsung secara business to business (B2B), di mana dapur MBG bekerja sama langsung dengan petani lokal tanpa melalui pihak ketiga.

“Model kerja sama saat ini masih B2B antara dapur MBG dan petani. Ke depan, tentu akan terus kita evaluasi agar distribusinya lebih merata dan efektif,” pungkasnya.

Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, sekaligus membuka peluang besar bagi petani lokal untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan berkualitas. (*)