TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Waluyo, mengungkapkan ribuan pendatang di Kecamatan Sepaku banyak yang belum terdaftar di Disdukcapil setempat.
Kondisi itu membuat pertambahan penduduk di PPU masih didominasi oleh Kecamatan Penajam.
“Di setiap kecamatan rata-rata ada pendatang. Mungkin orang berpikir Sepaku, di mana Ibu Kota Nusantara (IKN) berada, yang paling pesat pertumbuhannya. Tapi justru penambahan penduduk terbesar ada di Kecamatan Penajam,” jelas Waluyo, Senin (13/10/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar orang yang datang ke Kecamatan Sepaku merupakan pendatang non permanen yang bekerja di wilayah tersebut.
“Selesai kerja mungkin balik. Mereka tidak terdaftar di Disdukcapil dan tidak melakukan perpindahan. Mungkin ada juga yang pindah, tapi tidak seberapa,” katanya.
Sebagai contoh, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kawasan IKN terdata sebanyak 1.170 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara dan 109 pegawai Rumah Sakit Kementerian Kesehatan yang telah dipindahkan serta bertugas di wilayah itu.
“Ada beberapa yang sudah pindah, ada juga yang belum. Kalau semuanya pindah, Sepaku bakal melonjak jumlah penduduknya secara signifikan,” tuturnya.
Hingga akhir Juni 2025, jumlah penduduk di Kabupaten PPU tercatat sebanyak 203.661 jiwa.
Angka tersebut merupakan akumulasi pertumbuhan alami (kelahiran) dan kedatangan penduduk di seluruh kecamatan.
Rinciannya, penduduk Kecamatan Sepaku sebanyak 41.956 jiwa, Kecamatan Penajam 99.233 jiwa, Kecamatan Babulu 40.900 jiwa, dan Kecamatan Waru 21.500 jiwa.
“Memang paling banyak di Kecamatan Penajam, hampir 50 persen dari total penduduk. Mereka ada yang karena bekerja dan membawa keluarganya,” tambahnya.
(TN01)












