SamarindaTitiknolKaltim

Probebaya Dorong Kemajuan RT di Samarinda Ulu, Capai 90 Persen Target

177
×

Probebaya Dorong Kemajuan RT di Samarinda Ulu, Capai 90 Persen Target

Sebarkan artikel ini
Walikota Andi Harun saat menyerahkan bantuan ProBebaya. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) kembali menunjukkan dampak positif, khususnya di wilayah Kecamatan Samarinda Ulu. 

Program ini terbukti mendorong kemajuan signifikan di tingkat rukun tetangga (RT), baik dari sisi pembangunan fisik maupun pemberdayaan ekonomi warga.

Camat Samarinda Ulu, Sujono, menyebut hampir seluruh RT di wilayahnya mengalami perkembangan yang pesat sejak Probebaya berjalan.

“Kalau dibilang pesat, hampir semua RT. Warga juga sangat aktif, terutama dalam kegiatan pemberdayaan,” ujar Sujono.

Ia menjelaskan, anggaran sebesar Rp100 juta yang disalurkan melalui Probebaya tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Dari 320 RT di Kecamatan Samarinda Ulu, seluruhnya telah mengimplementasikan kegiatan Probebaya pada tahun ini. Bahkan, capaian program disebut Sujono sudah hampir menyentuh 80 hingga 90 persen dari target yang dirancang masyarakat.

“Pencapaian program sudah sangat mendekati target maksimal berdasarkan rencana kerja tiap lingkungan,” ungkapnya.

Sujono menambahkan, keberlanjutan program ini menjadi salah satu faktor kunci dalam percepatan pembangunan di tingkat akar rumput.

Melalui mekanisme perencanaan tahunan, warga kini terbiasa menyusun dan mengeksekusi kebutuhan pembangunan secara lebih terarah.

“Target hingga akhir Oktober ini sudah hampir 90 persen. Maka dari itu, tahun ini kami juga mulai menyusun rencana untuk 2026, dan tahun depan akan merancang program untuk 2027,” jelasnya.

Probebaya, lanjut Sujono, pada dasarnya dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata warga di lingkungan masing-masing, dengan fokus pada skala kecil yang berdampak langsung.

Ia mencontohkan, untuk wilayah rawan banjir, kegiatan diarahkan pada normalisasi saluran air, pembangunan penampungan, atau pembersihan gorong-gorong.

Sementara di wilayah yang tidak terdampak banjir, dana digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan, sarana prasarana posyandu, poskamling, hingga fasilitas pendidikan.

Baca Juga:   Berlaku Sampai Desember 2025, Ini 2 Kategori Penerima Program Air Bersih Gratis di PPU

“Jadi pembangunannya disesuaikan dengan kondisi dan prioritas tiap wilayah,” katanya.

Sujono juga menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

Partisipasi warga tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan kegiatan fisik, tetapi juga dalam bentuk swadaya dan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

“Banyak warga yang ikut menyumbang tenaga dan dana secara sukarela. Walaupun skalanya kecil, tapi sangat membantu percepatan pembangunan,” pungkasnya. (*)