TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ratusan wartawan dari sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) memadati Pendopo Wali Kota Bontang, Jumat (17/10/2025) malam.
Mereka hadir untuk mengikuti pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim 2025, termasuk 22 wartawan dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut diawali dengan defile seluruh kontingen, disertai yel-yel khas masing-masing daerah yang menambah semarak suasana malam pembukaan.
Porwada Kaltim tahun ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga, di antaranya lari 100 meter, badminton, futsal, catur, hingga e-sport.
Sebanyak 167 medali dan satu piala bergilir diperebutkan oleh para jurnalis dari berbagai daerah.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, mengapresiasi kerja keras PWI Bontang selaku tuan rumah yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan sangat baik.
“Sebanyak 260 wartawan akan berlaga. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga selesai,” ujar Abdurrahman saat memberikan sambutan.
Menurutnya, Porwada bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi wadah kaderisasi wartawan muda serta sarana mempererat solidaritas antarjurnalis di Kaltim.
“Porwada penting dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi ajang menuju Porwanas, kegiatan ini juga mempertemukan energi baru, yaitu wartawan muda yang mulai bergabung di dunia jurnalistik,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Dr. Neni Moerniaeni, secara resmi membuka Porwada ke-3 Kaltim tahun 2025. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, sebagai simbol dimulainya pertandingan.
Dalam sambutannya, Neni turut memperkenalkan berbagai terobosan pembangunan di Kota Bontang yang dikenal dengan sebutan “Kota Taman”.
“Selamat datang di Kota Bontang. Saya bangga melihat antusiasme luar biasa dari para insan pers. Olahraga menjadi sarana menjaga kebugaran di tengah rutinitas liputan yang padat,” ucapnya.
Neni menegaskan bahwa Porwada bukan hanya ajang kompetisi semata, tetapi juga bentuk penguatan silaturahmi dan solidaritas antarwartawan se-Kaltim.
“Yang terpenting bukan hanya medali, melainkan bagaimana tali persaudaraan dan persahabatan terus terjalin erat,” tutupnya. (TN01)












