SamarindaTitiknolKaltim

4 Tahapan Transplantasi Ginjal RSUD AWS Samarinda, Pertama Kalinya di Kalimantan

158
×

4 Tahapan Transplantasi Ginjal RSUD AWS Samarinda, Pertama Kalinya di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
TRANSPLANTASI GINJAL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia medis Kalimantan yakni melayani kesehatan, transplantasi ginjal. (HO/RSUD AWS)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur bersiap mencatat sejarah baru dalam dunia medis Kalimantan.

Rumah sakit rujukan utama di Benua Etam ini akan segera melaksanakan operasi transplantasi ginjal perdana di Kalimantan, yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025.

Sebanyak tiga pasien penerima donor dan tiga pendonor akan menjalani prosedur transplantasi ginjal tersebut.

Ini menjadi langkah besar bagi Kalimantan Timur dalam meningkatkan layanan kesehatan berstandar nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS, dr. Indah Puspitasari, menyebut persiapan operasi ini sudah dilakukan sejak satu tahun terakhir.

Transplantasi ginjal ini merupakan yang kedua dilakukan di Indonesia bagian tengah, setelah RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar pada 2023.

“Namun, ini adalah yang pertama di Kalimantan Timur,” ujar dr. Indah, Senin (20/10/2025) di Samarinda.

Untuk menjamin keberhasilan prosedur, tim medis dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta akan mendampingi secara langsung sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan pengawasan klinis.

Tahapan Ketat dan Fasilitas Lengkap

Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUD AWS, dr. Astried Indrasari, menjelaskan bahwa transplantasi ginjal bukanlah prosedur sederhana.

Terdapat empat tahapan utama yang harus dilalui, mulai dari:

  • Konsultasi dan skrining awal;
  • Pemeriksaan kecocokan medis;
  • Persiapan pra-operasi, hingga
  • Tindakan operasi dan perawatan pasca-transplantasi.

“Kami melakukan skrining secara ketat, dan untuk saat ini transplantasi hanya dilakukan antara pendonor dan penerima yang memiliki hubungan keluarga langsung,” jelas dr. Astried.

Untuk menunjang kelancaran operasi, RSUD AWS telah menyiapkan dua ruang operasi terpisah bagi pendonor dan penerima.

Hal ini penting agar proses pemindahan ginjal berjalan cepat dan kualitas organ tetap optimal.

Baca Juga:   Pungutan Dana Wisuda Sekolah di Kaltim Bertentangan dengan Gratispol Gubernur Rudy Mas'ud

“Semakin cepat ginjal dipindahkan, semakin baik hasil transplantasinya. Maka dua ruang operasi ini sangat krusial,” tambahnya.
 
Rumah Singgah dan Tim Etika Transplantasi

Layanan transplantasi ginjal ini akan didukung oleh BPJS Kesehatan, meskipun beberapa komponen biaya masih perlu ditanggung mandiri oleh pasien.

RSUD AWS Samarinda juga menyediakan rumah singgah untuk pasien luar daerah, tergantung kebutuhan dan jarak tempuh.

Untuk menjamin transparansi, rumah sakit telah membentuk dua tim koordinasi khusus: koordinator medis dan koordinator administrasi, yang akan memantau proses dari awal hingga pemulihan pasca-operasi.

Tak hanya itu, ada juga tim advokasi etika medis yang bertugas memastikan tidak terjadi pelanggaran atau praktik ilegal selama proses transplantasi.

“Kami ingin menjamin proses yang bersih, etis, dan profesional, serta melindungi hak semua pihak yang terlibat, baik pendonor maupun penerima,” tegas dr. Astried. (*)