TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sekretaris Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin, menekankan pentingnya jaminan sosial bagi pekerja rentan, khususnya nelayan.
Ia menilai kesadaran nelayan untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan masih rendah.
“Nelayan mau ikut kalau gratis. Kalau harus mandiri, itu yang jadi kendala kami mengajak mereka,” ujar Jamaluddin, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, dinas terkait sudah berulang memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial. Program tersebut, kata dia, menjadi bentuk perlindungan ketika terjadi kecelakaan kerja di lapangan.
“Ada kasus nelayan tersambar petir. Andaikan dia mau mengurus itu, kejadiannya akan ditanggung,” ucap Jamaluddin.
Pemerintah daerah pun menghadapi tantangan dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sebab disebutkan sebagian nelayan masih trauma terhadap sistem iuran bersama yang pernah tidak transparan, bahkan di kelompok mereka.
“Ketika bicara yang ada timbal baliknya, mereka bukan ogah, tetapi enggan. Karena merasa ujungnya tidak selesai,” tambahnya.
Ia mendorong dinas teknis, seperti Dinas Perikanan serta Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, agar lebih intens memberikan pemahaman kepada para pekerja rentan mengenai hak mereka untuk mendapatkan perlindungan.
“Nelayan mestinya tercover karena mereka pekerja rentan. DPRD mendukung perlindungan ketenagakerjaan. Soal dibiayai mandiri atau pemerintah, tentu bergantung kemampuan keuangan daerah. Kalau bisa dicover, itu lebih baik,” tandasnya.
(TN01/Advertorial)












