TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, menilai penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional berpotensi mengurangi kepercayaan negara terhadap guru sebagai penilai utama kemampuan siswa.
Thohiron mengatakan TKA memunculkan kesan bahwa penilaian guru dianggap belum cukup.
“Saya kurang setuju. Artinya, negara tidak percaya sama guru. Semula guru yang memberi nilai, sekarang ada tesnya lagi sendiri,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Sebagai mantan guru, ia menilai pemerintah seharusnya memberi kewenangan penuh kepada guru untuk menilai peserta didik.
Khawatirnya, kebijakan baru ini justru menambah tekanan bagi profesi guru yang belakangan semakin terpinggirkan dengan berbagai gejolak yang ada.
“Guru harusnya diberi ruang. Sekarang malah makin tersudut dengan berbagai kasus dan aturan baru,” katanya.
Thohiron mengakui evaluasi pembelajaran tetap diperlukan, namun menurutnya penerapan TKA berpotensi menggeser peran guru yang selama ini menjadi penilai utama proses belajar siswa.
“Perannya digantikan sistem lagi. Tapi kebijakan pusat tentu ada sisi baik dan kurangnya,” tutupnya.
(TN01/Advertorial)












