Penajam

Anak Putus Sekolah di PPU Butuh Perhatian, Mulai Program Pendidikan Kesetaraan hingga Bantuan Tebus Ijazah

24
×

Anak Putus Sekolah di PPU Butuh Perhatian, Mulai Program Pendidikan Kesetaraan hingga Bantuan Tebus Ijazah

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan memfokuskan perhatian pada generasi muda agar selayaknya dapat bersaing di daerahnya sendiri.

Wakil Ketua II DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf menjelaskan, tantangan buta aksara di era sekarang sudah dapat diminimalkan. Selanjutnya, kata dia, tugas pemda ialah mendukung kelanjutan pendidikan bagi anak-anak putus sekolah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, tercatat lebih dari seribu anak di Benuo Taka mengalami putus sekolah dengan beragam faktor yang melatarbelakanginya.

“Buta aksara, alhamdulillah sudah jarang. Tersisa anak-anak putus sekolah bagaimana caranya agar pemerintah daerah menyiapkan program kesetaraan entah tipe C dan sebagainya,” ujar Andi, Selasa (25/11/2025).

Sehingga, dengan mendukung keberlanjutan pendidikan anak sampai ia memiliki ijazah, hal itu akan membantu masyarakat untuk memenuhi persyaratan melamar kerja atau administrasi lainnya.

“Supaya anak betul-betul percaya diri ketika ada lowongan pekerjaan, dia juga bisa memenuhi persyaratan diterima sebagai pekerja lokal,” ucapnya.

Sebab, meski mendapatkan ijazah diluar pendidikan formal pun telah diakui setara dengan ijazah formal dan dapat membuka peluang banyak karir.

“Ini kita dorong, peningkatan sumber daya manusia dari pendidikan supaya mereka mumpuni dan bisa bersaing dengan daerah lain,” tambah Andi.

Selain daripada dorongan menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan, sebetulnya Pemda sendiri melalui Disdikpora PPU berupaya memperluas dukungan pendidikan lewat gerakan usaha kesejahteraan keluarga dan penanggulangan kemiskinan (Gulkin), dimana anak-anak putus sekolah dari kalangan kurang mampu dapat menuntaskan jenjang pendidikan mereka dibantu tebus ijazah dari pemda.

“Kami juga mendukung upaya-upaya pemerintah, karena berkaitan sumber daya manusia ini wajib diperhatikan,” pungkas Andi.

(TN01/Advertorial)