TITIKNOL.ID, PENAJAM – Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin menilai pemerintah daerah perlu menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar agar daerahnya dapat bergerak menuju kemandirian fiskal.
Ia menegaskan, selama daerah masih bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH), ruang gerak pembangunan menjadi terbatas, terlebih ketika alokasi pusat terus mengalami penyesuaian.
“Kita ini sangat bergantung pada DBH. Supaya PPU tetap kuat di tengah anggaran yang susut, PAD harus meningkat, dan targetnya pun jangan kecil,” ujar Mahyudin, Kamis (27/11/2025).
Menurut dia, target PAD yang selama ini ditetapkan masih terlalu rendah dari potensi pajak dan retribusi yang digali.
Tahun ini, PAD ditetapkan sebesar Rp228 miliar dalam APBD Perubahan, naik sedikit dari target awal Rp211 miliar.
“Kalau kita lihat, sejak beberapa tahun terakhir targetnya hanya berkisar Rp200 miliaran,” katanya.
Ia bilang, momentum pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) semestinya menjadi peluang, bukan hanya aktivitas pembangunan biasa tanpa kontribusi fiskal ke daerah.
“Adanya IKN, pasti banyak pembangunan. Itu harus dicek, mulai PBB hingga PBG. Kalau lambat, ada denda dan itu jadi pemasukan daerah,” jelasnya.
Mahyudin meyakini jika pendataan dan pengawasan dilakukan secara maksimal, potensi PAD akan terlihat signifikan, termasuk dari sektor perumahan dan kawasan berkembang lain.
“Kalau dicek semua pasti banyak. Harus ada evaluasi sampai ke titik itu,” tutupnya.
(TN01/Advertorial)












