Penajam

Status Penyangga IKN, DPRD PPU Minta Pemerintah Pusat Tambah Alokasi Anggaran

172
×

Status Penyangga IKN, DPRD PPU Minta Pemerintah Pusat Tambah Alokasi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama DPRD setempat terus melakukan langkah strategis untuk memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
‎
‎Upaya ini dilakukan agar pembangunan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat berjalan optimal seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur.
‎
‎Wakil Ketua DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan Bappenas.
‎
‎Tujuannya untuk menyampaikan kondisi fiskal daerah yang dinilai masih sangat terbatas untuk mendorong percepatan pembangunan.
‎
‎Menurut Yusuf, kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati PPU guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan anggaran daerah, terutama dalam mendukung PPU sebagai wilayah strategis nasional.
‎
‎Ia berharap pemerintah pusat memberikan porsi pendanaan yang lebih besar dibanding daerah lainnya.
‎
‎”Kami ke Dirjen Kemenkeu bersama bupati, melobi-lobi, kami juga ke Kepala Bappenas,” ungkap Yusuf, Rabu (26/11/2025).
‎
‎”Disampaikan agar PPU yang masuk kawasan pembangunan strategis nasional mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat,” lanjutnya.
‎
‎Yusuf membeberkan bahwa keuangan daerah saat ini berada dalam kondisi tertekan akibat perubahan kebijakan fiskal.
‎
‎Salah satunya terkait pemotongan ruang fiskal daerah hingga 50 persen mulai tahun 2026.
‎
‎Padahal, Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten PPU tahun 2025 mencapai Rp965 miliar.
‎
‎Namun dengan adanya kebijakan pemotongan tersebut, ruang belanja pemerintah daerah menjadi semakin sempit untuk menjalankan berbagai program prioritas.
‎
‎”DBH kita di 2025 itu sebesar Rp965 miliar, dan memang ada regulasi sehingga terpotong 50 persen,” jelas Yusuf.
‎
‎”Itu berpengaruh sehingga ada beberapa program yang tidak terlaksana karena minimnya anggaran yang dimiliki PPU,” tambahnya.
‎
‎Dampak dari keterbatasan anggaran tersebut membuat sejumlah rencana pembangunan harus ditunda.
‎
‎Padahal, sebagai daerah penyangga IKN, kebutuhan fasilitas publik, infrastruktur, hingga pelayanan masyarakat dinilai semakin meningkat.
‎
‎Meski menghadapi tantangan, Yusuf tetap mengharapkan adanya hasil positif dari pertemuan dengan kementerian.
‎
‎Ia menegaskan pentingnya dukungan pendanaan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan di PPU dapat berjalan beriringan dengan pembangunan IKN.
‎
‎”Mudahan pertemuan kita ada hasil dari Kemenkeu,” tutupnya.
‎
‎(Advertorial)