Penajam

Status Penyangga IKN, DPRD PPU Minta Pemerintah Pusat Tambah Alokasi Anggaran

155
×

Status Penyangga IKN, DPRD PPU Minta Pemerintah Pusat Tambah Alokasi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD PPU Andi Muhammad Yusuf

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama DPRD setempat terus melakukan langkah strategis untuk memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

‎Upaya ini dilakukan agar pembangunan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat berjalan optimal seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur.

‎Wakil Ketua DPRD PPU, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan Bappenas.

‎Tujuannya untuk menyampaikan kondisi fiskal daerah yang dinilai masih sangat terbatas untuk mendorong percepatan pembangunan.

‎Menurut Yusuf, kunjungan tersebut dilakukan bersama Bupati PPU guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebutuhan anggaran daerah, terutama dalam mendukung PPU sebagai wilayah strategis nasional.

‎Ia berharap pemerintah pusat memberikan porsi pendanaan yang lebih besar dibanding daerah lainnya.

‎”Kami ke Dirjen Kemenkeu bersama bupati, melobi-lobi, kami juga ke Kepala Bappenas,” ungkap Yusuf, Rabu (26/11/2025).

‎”Disampaikan agar PPU yang masuk kawasan pembangunan strategis nasional mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

‎Yusuf membeberkan bahwa keuangan daerah saat ini berada dalam kondisi tertekan akibat perubahan kebijakan fiskal.

‎Salah satunya terkait pemotongan ruang fiskal daerah hingga 50 persen mulai tahun 2026.

‎Padahal, Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten PPU tahun 2025 mencapai Rp965 miliar.

‎Namun dengan adanya kebijakan pemotongan tersebut, ruang belanja pemerintah daerah menjadi semakin sempit untuk menjalankan berbagai program prioritas.

‎”DBH kita di 2025 itu sebesar Rp965 miliar, dan memang ada regulasi sehingga terpotong 50 persen,” jelas Yusuf.

‎”Itu berpengaruh sehingga ada beberapa program yang tidak terlaksana karena minimnya anggaran yang dimiliki PPU,” tambahnya.

‎Dampak dari keterbatasan anggaran tersebut membuat sejumlah rencana pembangunan harus ditunda.

‎Padahal, sebagai daerah penyangga IKN, kebutuhan fasilitas publik, infrastruktur, hingga pelayanan masyarakat dinilai semakin meningkat.

‎Meski menghadapi tantangan, Yusuf tetap mengharapkan adanya hasil positif dari pertemuan dengan kementerian.

‎Ia menegaskan pentingnya dukungan pendanaan pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan di PPU dapat berjalan beriringan dengan pembangunan IKN.

‎”Mudahan pertemuan kita ada hasil dari Kemenkeu,” tutupnya.

‎(Advertorial)