BerauTitiknolKaltim

Proyek Embung Raksasa di Berau Tertahan Belasan Miliar, DPUPR Klaim Bukan Mangkrak

19
×

Proyek Embung Raksasa di Berau Tertahan Belasan Miliar, DPUPR Klaim Bukan Mangkrak

Sebarkan artikel ini
BANGUN EMBUNG MARATUA - Proyek embung di Maratua, Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menegaskan bahwa pembangunan embung ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, Senin (1/1/2025).  

Proyek Air Bersih Triliunan di Maratua Tertahan! Ternyata, butuh dana belasan miliar lagi. Kapan warga kepulauan bisa nikmati air dari embung raksasa ini?

TITIKNOL.ID, TANJUNG REDEB – Harapan warga Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, untuk segera menikmati fasilitas air bersih dari proyek pembangunan embung tampaknya harus tertunda.

Proyek vital ini dipastikan belum dapat difungsikan dalam waktu dekat karena membutuhkan tambahan anggaran yang fantastis, mencapai belasan miliar rupiah, agar benar-benar siap beroperasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menegaskan bahwa pembangunan embung ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Ia menampik anggapan bahwa proyek ini mangkrak.

“Jadi itu bukan proyek mangkrak. Karena proses pembangunannya bertahap. Tidak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran,” beber Hendra yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (2/12/2025).

Menurut Hendra, membangun embung di wilayah kepulauan seperti Maratua memerlukan perencanaan yang matang dan pendanaan jangka panjang.

Ia memperkirakan total kebutuhan anggaran untuk menuntaskan embung ini hingga siap beroperasi penuh mencapai sekitar Rp15 miliar.

Jika rampung, embung ini direncanakan menjadi penampung sumber air baku.

Namun, untuk mencapai tahap tersebut, masih diperlukan penyelesaian pada bagian penutup dan tangkapan airnya.

Lebih lanjut, jika air dari embung ini diolah menjadi air bersih siap konsumsi, instalasi pengolahan tambahan tentu masih dibutuhkan.

Defisit Anggaran jadi Penentu

Hendra kembali menekankan bahwa status proyek ini aman. Tahap pertama pekerjaan telah selesai sepenuhnya, dan tidak ada kontrak yang terbengkalai.

“Mangkrak itu kalau kontraknya ada tapi tidak dikerjakan. Ini kontraknya sudah selesai. Jadi bukan mangkrak,” tegasnya.

Meskipun tahap awal sukses, keberlanjutan proyek vital ini kini berada di ujung tanduk.

Baca Juga:   Mimpi Berau Punya Sekolah Rakyat, Sudah Ada Gambaran Lahan 5 Hektar 

Nasib pendanaan selanjutnya sangat bergantung pada alokasi anggaran daerah tahun 2026.

Kondisi defisit anggaran yang tengah dihadapi Pemkab Berau membuat DPUPR belum bisa memastikan apakah Embung Maratua akan kembali mendapat kucuran dana.

“Anggaran lagi dipotong-potong. Kita belum tahu tahun depan dapat alokasi lagi atau tidak,” ungkapnya dengan nada khawatir.

Terakhir, Hendra memastikan bahwa secara fisik, embung yang sudah terbangun tidak akan otomatis rusak hanya karena menunggu anggaran. Kerusakan hanya akan terjadi jika ada tindakan perusakan dari pihak luar.

“Kalau dirusak ya rusak, kalau tidak ya tidak rusak. Jadi bukan karena menunggu anggaran lalu otomatis rusak,” pungkasnya. (*)