Ditinggal sang ibu ke gereja untuk beribadah dan lomba paduan suara, seorang bocah 10 tahun di Kutim ditemukan tewas tenggelam. Kematian tragis ini menyelimuti suasana banjir di Kecamatan Telen, Kutai Timur
TITIKNOL.ID, SANGATTA – Peristiwa nahas menyelimuti suasana banjir di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur.
Seorang bocah laki-laki berinisial CR (10) ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di genangan air banjir, hanya berjarak sekitar tujuh meter dari rumahnya di Desa Lung Melah.
Tragedi ini terjadi saat beberapa desa di Telen masih dilanda banjir, termasuk Desa Lung Melah yang menjadi tempat tinggal korban.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.
Pada Kamis 11 Desember 2025 sekitar pukul 19.30 Wita, ibu korban meninggalkan CR sendirian di rumah.
Sang ibu pergi untuk melaksanakan Ibadah Natal dan mengikuti lomba Paduan Suara di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jamaat Lung Melah.
Sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 22.30 Wita, ibu korban pulang.
Namun, ia terkejut karena CR tidak berada di rumah. Pencarian pun segera dilakukan, melibatkan keluarga dan tetangga di sekitar lokasi.
“Kemudian ibu korban mencari korban dan menanyakan kepada keluarga dan tetangga di sekitar TKP, namun korban tidak ditemukan,” ujar Naim, Senin (15/12/2025).
Pencarian terus dilakukan hingga keesokan paginya, Jumat (12/12/2025). Sekitar pukul 08.05 Wita, warga akhirnya menemukan CR.

Ditemukan di Bawah Kolong Rumah
Korban ditemukan di bawah kolong rumah warga, yang juga terendam air setinggi dada orang dewasa. Sayangnya, CR sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Naim menambahkan, mayoritas rumah di sekitar TKP adalah rumah panggung setinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter karena berada di bantaran Sungai Muara Marah.
Saat petugas tiba, ketinggian luapan air mencapai kurang lebih satu meter. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Ironisnya, korban diketahui bisa berenang. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan.
Secara terpisah, Camat Telen, Petrus Ivung, membenarkan kejadian ini. Ia menduga korban ingin menyusul ibunya ke gereja untuk menonton lomba paduan suara.
Dugaannya korban ingin menyusul sang ibu ke gereja dan ingin menonton lomba paduan suara.
“Namun, karena terpeleset tangga depan rumah, korban terjatuh ke bawah dan posisi air masih naik,” jelas Petrus.
Korban ditemukan di samping rumah tetangganya yang berada di arah hilir.
Menurut Petrus, meski tinggi badan korban dianggap masih lebih tinggi dari genangan banjir, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan goresan di bagian kepala korban. Luka tersebut diduga akibat terbentur.
“Jadi ini murni kecelakaan, korban sudah dimakamkan pada Sabtu kemarin,” pungkasnya.
Petrus juga menyebut bahwa Desa Lung Melah adalah salah satu desa yang terdampak banjir tahunan, dengan ketinggian air sekitar satu meter, namun aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa. (*)












