TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) telah menggelar 40 kali operasi pasar murah di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 15 kali pasar murah digelar khusus menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kegiatan itu juga dilakukan atas permintaan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memfasilitasi masyarakat di kawasan IKN.
“Pasar murah sudah kami adakan 40 kali selama 2025. Semuanya kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, serta Otorita IKN,” ujar Marlina, Selasa (30/12/2025).
Operasi pasar tersebut menjangkau seluruh kecamatan di PPU, mulai dari Waru, Babulu, Penajam, hingga Sepaku. Hal itu dilakukan untuk menghadirkan pangan murah dan memastikan pasokan tetap tersedia dengan harga terjangkau.
“Ini upaya kami agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah,” katanya.
Dalam setiap operasi pasar, Diskukmperindag menggandeng distributor lokal. Berbagai kebutuhan pangan disediakan, mulai dari sembako, sayur-sayuran, hingga gas LPG 3 kilogram.
“Komoditas yang dijual seperti bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, telur, dan beras. Harganya kami pastikan lebih stabil dan tidak setinggi di pasaran,” ucapnya.
Selain menggelar pasar murah, pihaknya juga rutin memantau harga komoditas di pasar dan toko tradisional.
Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditi, Marlina menilai harganya masih dalam batas wajar, terutama jika dikaitkan dengan kualitas barang.
“Contohnya bawang, ada yang Rp60 ribu. Itu tergantung kualitas, ada yang rendah, sedang, dan tinggi. Masyarakat perlu bijak memilih,” jelasnya.
Hal serupa juga terjadi pada minyak goreng yang memiliki variasi harga, mulai dari Rp16 ribu hingga di atas Rp20 ribu per liter. Begitu pula dengan beras, yang harganya bervariasi berdasarkan merek dan kualitas.
“Silakan belanja sesuai kemampuan. Semua barang punya tingkatan, termasuk beras, yang paling murah sekitar Rp60 ribu per lima kilogram,” kata dia.
Marlina berharap masyarakat tidak perlu resah dengan harga pangan. Selain relatif stabil, ketersediaan stok juga dipastikan aman dan terkendali.
(TN01)












